OTT ASN Pemko Binjai, Humas Bantah Penggeledahan Berkas di Ruang Wali Kota

Ke ruang ADC itu polisi menyampaikan surat perintah melakukan penggeledahan ke ruangan adc. Itu masuk ke ruang ajudan, bukan ke ruang Pak Wali Kota.

OTT ASN Pemko Binjai, Humas Bantah Penggeledahan Berkas di Ruang Wali Kota
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kabag Humas Pemko Binjai Rudi Iskandar Baros beri keterangan terkait pemeriksaan tiga ruangan di Kompleks Pemko Binjai, Rabu (23/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut melakukan pengembangan pasca mencokok dugaan OTT ke ASN Pemko Binjai, Ismail dalam perkara dugaan pungli tenaga honorer.

Tiga ruangan di kompleks Pemko Binjai dimasuki petugas, ruang Wali Kota, Bagian Ekonomi, dan Bagian Umum.

Kabag Humas Pemko Binjai, Rudi Iskandar Baros menyatakan bahwa tidak ada penggeledahan dan pengambilan berkas-berkas dari ruangan Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham.

Katanya, pihak Polda hanya masuk ke ruangan ADC (Aide-De-Camp) ajudan pembantu yang ada di ruang Wali Kota.

"Tidak ada penggeledahan atau pengambilan berkas-berkas di ruangan Pak Wali Kota. Mereka cuma koordinasi untuk masukan surat guna melakukan pemeriksaan perkara si Ismail itu. Cuma di ruang ADC saja, bukan ke ruang Pak Wali," katanya di kantornya, Rabu (23/1/2019)

"Ke ruang ADC itu polisi menyampaikan surat perintah melakukan penggeledahan ke ruangan adc. Itu masuk ke ruang ajudan, bukan ke ruang Pak Wali Kota. Jadi polisi tidak ada masuk ke ruangan Wali Kota. Yang disasar petugas (polisi) adalah ruang kerja Ismail," imbuhnya.

Rudi membeberkan ini terkait pemberitaan pengembangan, pasca penangkapan dugaan OTT pungutan liar yang dilakukan Ismail. Disebutkan sejumlah ruangan dimasuki karena terkait tugas Ismail sebagai ASN yang mengurus antar surat-menyurat ke sejumlah ruangan.

"Ismail itu kan dia tugasnya antar surat-menyurat pas sudah di Bagian Umum, dia dulu ajudan pembantu tugas di kebersihan di Bagian Ekonomi, masih jaman gak enak. Kerjanya kan aslinya di Bagian Ekonomi dulu, dan dia antar surat menyurat ke beberapa ruangan," jelas Rudi.

Lanjut Rudi, tindakan Ismail yang terjerat dugaan OTT pungli tenaga honorer merupakan tindakan pribadinya. Sebelum ditangkap, Ismail selalu berkeliling mengantarkan surat dari satu ruang ke ruang kantoe bagian lainnyam

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved