Taman Nasional Komodo (TNK) Ditutup Selama Setahun, Ini Alasan Pemprov NTT

Ditutupnya Taman Nasional Komodo (TNK) salah satunya adalah berkurangnya populasi rusa

Taman Nasional Komodo (TNK) Ditutup Selama Setahun, Ini Alasan Pemprov NTT
Estu Suryowati/KOMPAS.com
Dua ekor komodo jantan dan betina di Taman Nasional Komodo tengah mengoyak dua ekor kambing muda, Labuan Bajo, NTT. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap akan menutup Taman Nasional Komodo (TNK) selama setahun.

Rencana Pemprov NTT itu pun menuai pro dan kontra pasalnya bila resmi ditutup makan TNK tidak dapat dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Dilansir dari Pos Kupang, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mempunyai beberapa pertimbangkan.

Beberapa pertimbangan ditutupnya Taman Nasional Komodo (TNK) salah satunya adalah berkurangnya populasi rusa yang menjadi makanan utama hewan purba tersebut.

Komodo
Komodo (discoverykomodoadventure.com)

Oleh karena itu banyak badan komodo yang semakin kecil dan bertambah kurus karena berkurangnya rusa di kawasan Taman Nasional Komodo.

Oleh karena itu, pemerintah akan merencanakan penataan sehingga populasi rusa untuk menjadi makanan komodo bisa bertambah dan komodo di TNK bisa bertahan hidup dan melindungi dari kepunahan.

Penataan Taman Nasional Komodo yang dilakukan oleh pemerintah provinsi NTT tersebut agar Taman Nasional Komodo menjadi lebih baik sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang.

Gubernur Provinsi NTT Viktor Laiskodat mengatakan bahwa pemprov sudah menyiapkan Rp 100 miliar untuk menata Taman Nasional Komodo.

Pemprov juga sedang merencanakan akan menjadi taman nasional yang benar-benar menjadi taman, yang artinya makanan di hutan dan lingkungan komodo akan selalu tersedia sehingga komodo akan tetap menjadi liar.

Meskipun menuai pro dan kontra, Viktor Laiskodat mengaku tidak perduli dengan pro dan kontra terkait rencana penutupan Taman Nasional Komodo tersebut.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved