Ternyata Ekstasi Jenis Baru yang Diamankan dari Jaringan Ramli, Efeknya Lebih Mengerikan!

Ekstasi yang kita amankan ini, ternyata adalah narkoba jenis baru. Dimana biasanya ekstasi mengandung MDMA, tapi ini mengandung PMMA.

Ternyata Ekstasi Jenis Baru yang Diamankan dari Jaringan Ramli, Efeknya Lebih Mengerikan!
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari saat paparkan tangkapan 100 Kg narkoba dari Aceh di Kantor BNNP Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai berhasil mengamankan kapal kayu KM Karibia bermuatan 70 bungkus berisi sabu seberat 73,949 Kg dan 2 bungkus berisi pil ekstasi dengan jumlah 10 ribu butir, pada Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 09.00 WIB lalu.

Penangkapan kapal kayu KM Karibia yang membawa barang haram narkoba, terjadi di perairan Jambuaye Kecamatan Pantolanlabu, Kabupaten Aceh Utara.

Diketahui bahwa otak dibalik terlaksananya transaksi narkotika golongan I, jenis sabu dan ekstasi hingga ditangkap di tengah laut, ternyata di inisiasi oleh seorang Narapidana bernama Ramli, yang di hukum seumur hidup di Lapas Tanjung Gusta Medan.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan 10 hari setelah dilakukan pengembangan dan tangkapan sabu kedua jaringan Ramli, sebanyak 25 Kg sabu, terungkap fakta baru bahwa ekstasi yang akan diedarkan itu merupakan jenis baru.

"Ekstasi yang kita amankan ini, ternyata adalah narkoba jenis baru. Dimana biasanya ekstasi mengandung MDMA, tapi ini mengandung PMMA," ungkap Arman di Kantor BNNP Sumut, Kamis (24/1/2019).

Baca: Jaringan Ramli, 100 Kg Sabusabu Diamankan BNN Dalam Operasi di Aceh

Baca: Kronologi BNN Ungkap 100 Kg Sabu dari Jaringan Ramli, Napi Lapas Tanjung Gusta

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari.
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari. (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI)

Arman menjelaskan bahwa ekstasi jenis ini, baru dua kali di temukan beredar di Indonesia.

Pertama diselundupkan oleh satu sindikat besar yang dipimpin almarhum Freddy Budiman.

"Ini memberikan indikasi pada kita bahwa jaringan yang lama, kemungkinan kembali beroperasi di Indonesia," ujar Arman.

Biasanya narkoba jenis baru, sambung Arman sering disebut new psychoactive substances atau zat psikoaktif baru.

"Ini kekuatan dan efeknya jauh lebih kuat dari yang biasa," ungkap Arman.

Lebih lanjut, Arman menjelaskan bahwa BNN masih terus mendalami jenis ekstasi PMMA. Karena narkoba jenis ini termasuk yang jarang beredar.

"Pertama tahun 2014 pernah masuk jenis ekstasi ini, dan ini 5 tahun kemudian narkoba yang sama beredar kembali. Kami akan terus mendalami dan update bila sudah ada perkembangan," jelas Arman.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved