Fakta di Balik Hukuman Mati TKI Asal Pematangsiantar, Gaji Tak Utuh dan Sering Dicaci Maki Majikan

Jonathan diduga telah membunuh majikannya bernama Sia Seok Nee (44), warga Kilang Toto Food Trading Nomor 4897, Kampung Selamat, Tasek Gelugor.

Fakta di Balik Hukuman Mati TKI Asal Pematangsiantar, Gaji Tak Utuh dan Sering Dicaci Maki Majikan
Isitmewa
Jonathan Sihotang TKI asal Siantar terancam hukuman mati di Malaysia 

Fakta di Balik Ancaman Hukuman Mati TKI Asal Pematangsiantar, Gaji Tak Utuh dan Sering Dicaci Maki Majikan

TRIBUN-MEDAN.com-Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, Jonathan Sihotang (31), terancam hukuman mati di Pengadilan Penang, Malaysia.

Jonathan diduga telah membunuh majikannya bernama Sia Seok Nee (44), warga Kilang Toto Food Trading Nomor 4897, Kampung Selamat, Tasek Gelugor.

Sementara itu, istri Jonathan, Asnawati Sijabat (34), memohon bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mendampingi kasus suaminya tersebut. Menurut Asnawati, suaminya emosi karena telah diperlakukan tidak adil oleh majikannya.

Berikut ini fakta di balik kasus Jonathan Sihotang, TKI asal Pematangsiantar:

1. Jonathan diperlakukan tidak adil olah sang majikan

Ilustrasi marah
Ilustrasi marah(Thinkstockphotos.com)

Jonathan bersama istrinya merantau ke Penang, Malaysia, guna memperbaiki kehidupan ekonomi mereka. Jonathan akhirnya bekerja di pabrik pengawetan daging olahan.

Namun, selama bekerja di pabrik tersebut, Jonathan tidak pernah diberi gaji sesuai perjanjian awal. Selain itu, Jonathan sering dicaci maki tanpa alasan yang jelas oleh majikannya, Sia Seok Nee.

Menurut Parluhutan Banjarnahor, kuasa hukum Jonathan, kliennya pun frustrasi dan memberanikan diri untuk meminta kejelasan terkait gajinya yang terus dipotong dan tidak sesuai kesepakatan.

"Majikannya tidak peduli, malah melempar sejumlah uang kepada Jonathan. Dia tersinggung dan emosi yang kemudian membunuh majikannya," kata Parluhutan, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pematangsiantar.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved