Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara 2019, Ini Harapan Wakil Gubernur Sumut

dibutuhkan juga peran aktif industri jasa keuangan sebagai penghubung antara unit surplus dan unit defisit.

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara 2019, Ini Harapan Wakil Gubernur Sumut
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (dua dari kanan) didampingi Anggota Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) RI, Ahmad Hidayat (tengah), Anggota DPD RI, Parlindungan Purba (kanan), Kepala OJK Regional 5 Sumatera bagian Utara (Sumbagut), Yusuf Ansori (kiri), Wakil Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution (dua dari kiri) saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2019 di Santika Dyandra Hotel Medan, Jumat (25/1/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2019  di Santika Dyandra Hotel Medan, Jumat (25/1/2019).

Ijeck, sapaan akrab Musa, mengatakan pertemuan tahunan industri jasa keuangan Provinsi Sumatera Utara 2019 ini merupakan agenda tahunan yang diprakarsai oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi bahan evaluasi atas kinerja pada tahun sebelumnya.

"Sehingga dapat dijadikan sebagai acuan pada tahun mendatang agar industri jasa keuangan dapat tumbuh lebih baik dalam meningkatkan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumut," ucap Ijeck.

Ia menjelaskan untuk membangun perekonomian Sumut tidak cukup hanya mengandalkan peran pemerintah daerah dan pemerintah semata namun dibutuhkan juga peran aktif industri jasa keuangan sebagai penghubung antara unit surplus dan unit defisit.

"Kolaborasi aktif pemerintahan daerah dengan industri jasa keuangan di Sumut dapat terus ditingkatkan melalui Forum Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan berbagai program turunannya yang berpihak kepada UMKM, petani, peternak maupun nelayan," ujarnya.

Ijeck mengatakan Pemerintah Provinsi Sumut siap mendukung keberhasilan program TPAKD bagi perkembangan industri jasa keuangan yang kontributif bagi kemaslahatan ekonomi Sumut.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada pertemuan tahunan industri jasa keuangan tingkat nasional yang lalu, OJK telah menyiapkan lima kebijakan dan inisiatif yang diarahkan antara lain untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan masyarakat kecil, mendorong inovasi teknologi informasi industri jasa keuangan serta reformasi internal dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan," jelasnya.

Ia berharap agar lima kebijakan dan inisiatif yang disiapkan oleh OJK tersebut dapat diaplikasikan juga di Provinsi Sumut.

"Kami juga mengharapkan agar OJK Regional 5 Sumbagut dapat memberi reward kepada pelaku usaha yang berperan aktif untuk meningkatkan perekonomian Sumut," ucap Ijeck.

Ijeck mengatakan pertumbuhan perekonomian Sumut baik hanya saja masih perlu diperhatikan dalam hal pemerataan. "Ketika daerah masyarakat kita lebih mengenal perbankan dan bisa sampai ke tingkat daerah-daerah, supaya masyarakat kita lebih mengenal perbankan dan tidak teriming-iming dengan bank-bank gelap yang ada," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved