Pemerintah Harus Berperan Aktif Lakukan Penyuluhan Untuk Cegah Peredaran Narkoba

Tertangkapnya GUN bersama IKS, RB oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam kasus ekstasi industri rumahan

Pemerintah Harus Berperan Aktif Lakukan Penyuluhan Untuk Cegah Peredaran Narkoba
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
BNN menggerebek industri ekstasi rumahan di Jalan Pukat VIII Gang Murni No. 19 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 20.00 WIB malam. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tertangkapnya GUN bersama IKS, RB oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam kasus ekstasi industri rumahan, membuka tabir baru bahwa peredaran narkoba saat ini, tidak lagi identik di pemukiman sepi dan jauh dari penduduk.

Melainkan, peredaran narkotika telah berani merambah lokasi padat penduduk untuk dijadikan sebagai tempat memproduksi barang haram tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, dalam semalam tersangka GUN bisa memproduksi hingga 1.000 butir pil ekstasi. Walaupun saat ini GUN hanya bekerja sesuai pesanan yang diminta saja.

Namun hal itu, telah membukakan mata masyarakat bahwa peredaran narkoba sudah merambah kawasan padat, yang seharusnya mudah diketahui.

Buktinya, dalam menjalankan aksinya, GUN bisa menutupi produksi ekstasi industri rumahan yang dijalaninya seorang diri di rumah milik keluarganya.

Pakar Hukum Nuriono mengatakan ada dua hal yang harus dibenahi. Pertama aparat penegak hukum dan kedua terkait dengan peran serta masyarakat.

"Kenapa kemudian masih banyak peredaran narkoba dan industrinya. Ini tidak lepas dari lemahnya intelejen untuk mengungkap itu sejak awal," kata Nuriono, Sabtu (26/1/2019).

Nuriono menambahkan bahwa pabrik ekstasi itu memang ditemukan. Tapi diduga setelah hasil produksi cukup banyak beredar luas di masyarakat.

Terkait partisipasi masyarakat yang sangat rendah dalam kasus narkotika. Nuriono mengungkap bisa jadi masyarakat sungkan karena bertetangga.
Kemudian ada rasa apatis dari masyarakat dengan penegak hukum. Sehingga penegakan hukum seharusnya menjadi sangat penting.

"Masyarakat melihat misalnya pelaku tindak pidana narkotika tiba-tiba bebas cepat. Masyarakat melihat dampak dari narkotika sangat besar dan merusak. Sehingga ada warga masyarakat yang memanfaatkan situasi daerahnya untuk menjadi industri. Padahal bisa jadi masyarakat tahu tapi cuek dengan situasi," ungkap Nuriono.

Lebih lanjut, menjelaskan bahwa kasus penemuan industri ekstasi rumahan ini merupakan dampak dari penegakan hukum. Faktanya peredaran narkotika masih tinggi. Karena tenggang rasa dalam bermasyarakat sudah sangat rendah.

Padahal, lanjut Nuriono tidak ada salahnya dalam hal ini penegak hukum bisa kembali mulai memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Tapi itu harus diimbangi dengan penegakan hukumnya.

"Nggak ada salahnya aparat penegak hukum dan pemerintah memulai dari nol untuk membuat benteng bagi masyarakat, dengan melakukan penyuluhan kembali ke masyarakat, agar kedepan masyarakat tidak terpapar dengan narkotika," pungkas Nuriono. (cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved