Pernyataan Kapten Leo Sianturi Disangkal Letkol Ckm Suhartono: Tak Ada Penelantaran dan Pengusiran!

Bahwasanya pernyataan kapten Leo itu tak benar. Pasien-pasien yang dirawat sudah sesuai prosedur tak ada kami telantarkan.

Pernyataan Kapten Leo Sianturi Disangkal Letkol Ckm Suhartono: Tak Ada Penelantaran dan Pengusiran!
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Komandan Dankesyah 01.04.01 letkol Ckm Suhartono menggelar konfrensi pers terkait video viral Kapten Leo Sianturi yang mengamuk di Kantor BPJS. Dalam konfrensi pers ini turut hadir Kapala Penerangan Korem 022 Pantai Timur Mayor Infanteri Djuardi dan perawat Dewi di Rumah Sakit TNI Kota Pematangsiantar, Jumat (25/1/2019). 

Dewi menjelaskan juga sudah meminta maaf kepasa Kapten Leo. Tetapi, Kapten Leo marah dan tetap pergi meninggalkan rumah sakit.

"Kalau memang tersinggung kami minta maaf. Kami coba menahan bapak itu, tapi bersikeras tetap ingin pulang. Saya minta maaf dan kawan saya dinas malam minta maaf,"ujarnga.

Dewi mengetahui bahwa Kapten Leo seorang perwira. Ia juga mengatakan Kapten Leo dirawat dalam keadaan mengenakan seragam TNI.

"Kami tahu bapak itu prajurit. Kami setiap saat baca status bapak itu dan bapak itu pakai seragam. Saya tidak ada ucapan tak boleh dirawat karena tak ada keluarga,"pungkasnya.

Kapten Infanteri Leo Sianturi, Komandan Koramil 10 Balimbingan Kodim 02/07 Simalungun, mengamuk di depan Kantor BPJS Kota Pamtangsiantar.

Kapten Leo marah karena mendapatkan perlakukan tidak baik dari Rumah Sakit TNI Kota Pematangsiantar.

Kapten Leo curhat kekesalannya kepada Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI.

Videonya pun beredar di media sosial hingga grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, Kapten Leo yang masih menggunakan infus menaiki kursi roda.

Ia mengamuk mengungkapkan apa yang diterimanya selama dirawat di RS TNI Kota Pamtangsiantar.

Halaman
1234
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved