Tahun 2019, Kajari Binjai Victor Antonius Targetkan Penyelematan Uang Negara

Arahan pimpinan (Kajagung HM Prasetyo) bukan hanya penindakan, tapi juga menyelematkan uang negara yang dirugikan.

Tahun 2019, Kajari Binjai Victor Antonius Targetkan Penyelematan Uang Negara
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar didampingi Kasi Intel Erwin Nasution menunjukkan piagam penghargaan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Kejaksaan Negeri Binjai tahun 2019 akan fokus dan menargetkan penyelamatan kerugian negara dari sejumkah perkara yang ditangani.

Pada 2019, Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar juga akan fokus untuk pelimpahan sejumlah perkara.

"Fokus kita sudah ada, arahan pimpinan (Kajagung HM Prasetyo) bukan hanya penindakan, tapi juga menyelematkan uang negara yang dirugikan. Tahun lalu 5 M kita selamatkan dari perkara RS Djoelham Binjai, Perkara Korupsi DAK Dinas Pendidikan, dan perkara Oknum Guru Demseria," katanya, Minggu, (27/1/2019)

"Tahun ini mudah-mudahan kita bisa meningkatkan penyelamatan uang negara dari perkara yang ditangani," imbuhnya dengan nada optimistis.

Didampingi Kasi Intel, dijelaskan Kajari bahwa sejak awal Januari 2019 di antara perkara yang sudah pelimpahan berkas yakni dugaan korupsi pengadaan alat peraga Dinas Pendidikan Pemko Binjai, dengan tersangka Bangun Bangun dan Dodi Asmara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan.

"Dua tersangka dulu yang dilimpahkan. Nanti menyusul sesuai tahapan. IG (Kadis Perizinan) juga nanti segera dilimpahkan," jelas Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih.

Kajari telah mematok target kerja, semua tersangka akan dilimpahkan ke Tipikor Medan pada 2019 ini. Sebab, penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Binjai di tahun politik ini fokus kepada penuntutan dari sejumlah penyidikan yang ada.

"Arahan pimpinan, jangan hanya melihat jumlah (pelimpahan) yang diajuakan ke PN. Tapi harus juga dapat menyelamatkan uang APBN dan‎ APBD," ungkapnya.

Diketahui, Kejari Binjai terbilang sukses menyelamatkan uang negara hampir Rp 5 miliar pada 2018 lalu. Kejari Binjai di bawah kepemimpinan Victor bahkan menorehkan prestasi sebagai Kejari Terbaik I untuk Penanganan Tipikor.

"Penindakan harus diimbangi dengan penyelamatan. Jangan hanya penindakan, ditangkap, disidang dan ditahan," kata mantan Kajari Kualatungkal ini.

Diketahui, Kejari Binjai saat ini menangani tiga perkara yang masuk dalam tahap penyidikan. Di antarnya, perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga dengan 11 tersangka, dugaan penyelewengan uang negara yang dilakukan oknum guru Demseria Simbolon dan dugaan kredit fiktif Bank Rakyat Indonesia.

"Penanganan perkara Demseria sudah siap, tinggal menunggu hasil dari BPKP. Begitu juga dengan BRI, BPKP sedang menghitung. Terhitung tiga bulan ke depan mungkin, kami masih menunggu hasil penghitungan," pungkasnya.

Diketahui, 11 orang yang ditetapkan tersangka dalam perkara DAK Dinas Pendidikan Pemko Binjai oleh penyidik dilakukan secara bertahap. Tahap pertama ada tiga tersangka yang menyandung status tersangka.

Tersangka DAK tahap I, Ismail Ginting selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap jabatan Sekretaris Disdik. Kemudian Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara.

Tahap II, yang ditetapkan tersangka yakni, Ketua Panitia Pengadaan Lelang Joni Maruli, Sekretaris Arapenta Bangun dan Anggota Hendra Sihotang. Kemudian dari Panitia Penerima Hasil Lelang yakni Olivia Agustina, Erinal Nasution dan Rosmiani merupakan Aparatur Sipil Negara di Disdik, Rahmat Soleh ASN Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Ahmad Rizal ASN Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Binjai.

Dari 11 tersangka, penyidik baru melakukan penahanan terhadap Dodi Asmara yang kini sudah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai. Pengadaan alat peraga ini dilakukan Disdik Kota Binjai yang bersumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu sebesar Rp1,2 miliar.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved