Dinas PU Harus Turun Tinjau Parit, Ruas Jalan yang Baru Diperbaiki Masih Terendam Banjir

Sayangnya, kawasan tersebut masih terendam banjir. Pekerjaan yang dilakukan Dinas PU dianggap tidak membuahkan hasil apa-apa.

Penulis: Liska Rahayu |
TRIBUN MEDAN/LISKA RAHAYU
Kantor Dinas PU Medan 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Upaya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan dalam mengurangi banjir dengan normalisasi parit tampaknya belum menunjukkan hasil yang signifikan. Pasalnya, saat hujan mengguyur Kota Medan, Minggu (27/1/2019) malam, sejumlah lokasi yang paritnya sudah dinormalisasi masih banjir.

Misalnya saja kawasan Jalan Dr Mansyur. Beberapa waktu lalu, Dinas PU melakukan pekerjaan di kawasan yang rentan banjir tersebut. Mereka membongkar parit dan melakukan pengaspalan jalan sehingga sempat menimbulkan kemacetan.

Saat ini, drainase di kawasan Jalan Dr Mansyur, khususnya di depan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) telah ditutup dan dijadikan jalur pedestrian. Sehingga pedagang yang berjualan di sekitarnya tidak bisa lagi membuang sampah sembarangan ke parit.

Namun sayangnya, kawasan tersebut masih terendam banjir. Pekerjaan yang dilakukan Dinas PU dianggap tidak membuahkan hasil apa-apa. Malah jalur pedestrian yang dibuat di depan Fakultas Kedokteran dijadikan lapak jualan oleh pedagang kaki lima (PK5).

"Tadi malam masih banjir. Itu sampai ke pintu 4 itu masih banjir. Paritnya itu kan ditutup aja, enggak diapa-apain," ujar warga, Senin (28/1/2019).

Tak hanya di kawasan Dr Mansyur, banjir juga masih menggenangi sekitar Lapangan Merdeka Medan dan Jalan Stasiun Kereta Api.

Kepala Dinas PU Khairul Syahnan belum bisa dimintai keterangannya terkait optimalisasi dari normalisasi parit yang telah dikerjakan pihaknya pada tahun 2018 lalu. Saat akan dikonfirmasi ke Kantor Dinas PU di Jalan Pinang Baris, seorang staf di ruangan Kepala Dinas PU mengatakan Kadis PU Khairul Syahnan dan Sekretaris PU Ramlan tidak berada di tempat.

Padahal sebelumnya staf di meja piket mengatakan baik kadis maupun sekretaris sedang melakukan rapat.

Ketua Komisi D DPRD Medan Abdul Rani mengatakan dinas terkait, harus melihat kondisi parit-parit yang masih banjir jika hujan. Dari sana, bisa dilihat masalah yang terjadi dan dapat dikaji.

"Dinas terkait harus melihat kondisi parit- parit yang kalau hujan masih banjir. Harus dilihat atau dikaji apa persoalannya," katanya saat dihubungi.

Ia mengatakan, saat ini banjir di Medan bukanlah hal yang luar biasa. Banjir sudah menjadi biasa, karena itu dinas terkait harus melihat kondisi tersebut secara riil di lapangan.

"Kondisi ini harus dilihat, hingga menjadi prioritas di 2019. Apa yang harus dilakukan, harus tahu apa penyebabnya. Kalau debit air hujan deras, kemudian banjir itu karena alam. Tapi kalau hujan biasa dan langsung banjir, itu yang harus ditinjau," katanya.

(cr5/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved