Jalan Kaki Medan-Banyuwangi dan Dapat Sumbangan Rp74 Juta, Amiruddin Minta Maaf Telah Bohong

Amiruddin, pria asal Sumatera Utara tersebut, berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi hanya untuk menepati nazarnya.

Jalan Kaki Medan-Banyuwangi dan Dapat Sumbangan Rp74 Juta, Amiruddin Minta Maaf Telah Bohong
KOMPAS.com/MOH. SYAFII
Amiruddin (kiri) berbincang dengan salah satu relawan dari komunitas pada situs jejaring sosial Info Lantas dan Kriminal Jombang (ILKJ), Jumat (18/1/2019). Perjalanan Amiruddin ke Banyuwangi akan dilanjutkan pada Sabtu pagi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah sampai di Banyuwangi, Amiruddin akhirnya mengaku bahwa dirinya tak memiliki ibu kandung bernama Nurasiyah yang tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur

Amiruddin, pria asal Sumatera Utara tersebut, berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi hanya untuk menepati nazarnya. Selama perjalanannya, banyak relawan yang membantu berupa makanan hingga uang tunai. 

Dari para relawan, Amiruddin mengaku menerima sejumlah bantuan uang tunai sebesar Rp 74 juta.

Amiruddin pun meminta maaf kepada para relawan karena telah mengarang cerita tentang ibu kandungnya di Banyuwangi.

Berikut ini fakta lengkap kisah Amiruddin: 

1. Pengakuan Amiruddin kepada para relawan

Permintaan maaf tersebut disampaikan lelaki kelahiran Mandailing, 11 November 1975, di Balai Desa Ketapang, Sabtu malam (26/1/2019).

Baca: Jusuf Kalla Kritik Kemacetan Jakarta: Thamrin seperti Singapura tapi Priok seperti di Bangladesh

Baca: Pintu Potong Sahabatnya yang Sedang Menikah karena Tidak Suka Lihat Sang Pengantin Perempuan

"Sebenarnya saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya merasa bersalah kepada relawan se-Indonesia. Sebenarnya tidak ada yang saya tuju di Banyuwangi. Saya hanya berjalan kaki dari Sumatera hingga ke Banyuwangi selama dua bulan lebih untuk nazar jika sembuh dari sakit," katanya.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Amir ini mengaku berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menemui ibu kandungnya di Ketapang.

2. Uang bantuan dari para relawan mencapai Rp 74 juta

Ilustrasi uang receh dan uang koin rupiah.
Ilustrasi uang receh dan uang koin rupiah. (SHUTTERSTOCK)
Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved