FOTO-FOTO KOMUNITAS PEMUSIK KECAPI (GUZHENG), LESTARIKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL

Guzheng atau Kecapi China termasuk alat musik tradisional China yang paling populer, saat perayaan Imlek.

FOTO-FOTO KOMUNITAS PEMUSIK KECAPI (GUZHENG), LESTARIKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL - alat-musik-kecapi.jpg
DANIL SIREGAR
Komunitas pemusik kecapi China (Guzheng) mulai berlatih jelang perayaan Imlek, di Jade Music School, Medan, Selasa (29/1). Pertunjukkan permainan kecapi tersebut mulai kebanjiran panggilan untuk manggung baik di dalam hingga ke luar negeri, jelang perayaan Imlek 2019. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
FOTO-FOTO KOMUNITAS PEMUSIK KECAPI (GUZHENG), LESTARIKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL - kecapi-china.jpg
DANIL SIREGAR
Komunitas pemusik kecapi China (Guzheng) mulai berlatih jelang perayaan Imlek, di Jade Music School, Medan, Selasa (29/1). Pertunjukkan permainan kecapi tersebut mulai kebanjiran panggilan untuk manggung baik di dalam hingga ke luar negeri, jelang perayaan Imlek 2019. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
FOTO-FOTO KOMUNITAS PEMUSIK KECAPI (GUZHENG), LESTARIKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL - kecapi-guzheng.jpg
DANIL SIREGAR
Komunitas pemusik kecapi China (Guzheng) mulai berlatih jelang perayaan Imlek, di Jade Music School, Medan, Selasa (29/1). Pertunjukkan permainan kecapi tersebut mulai kebanjiran panggilan untuk manggung baik di dalam hingga ke luar negeri, jelang perayaan Imlek 2019. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
FOTO-FOTO KOMUNITAS PEMUSIK KECAPI (GUZHENG), LESTARIKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL - alat-musik-guzheng.jpg
DANIL SIREGAR
Komunitas pemusik kecapi China (Guzheng) mulai berlatih jelang perayaan Imlek, di Jade Music School, Medan, Selasa (29/1). Pertunjukkan permainan kecapi tersebut mulai kebanjiran panggilan untuk manggung baik di dalam hingga ke luar negeri, jelang perayaan Imlek 2019. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang pemain kecapi profesional yang juga pendiri Jade Music School adalah Ngartini Huang, ia telah memiliki sertifikat internasional dari Shanghai - China (China National Musical Instruments Artistic Cultivation Performance Examination).

Ngartini juga merupakan murid dari Prof.Sun Wen Yan (Shanghai Conservatory of Music), Ms.Wang Wei (Shanghai Conservatory of Music), Mr.He Xiao Dong (Shanghai), Mrs.He Xiao Tong (Shanghai), Ms.Lun Lun Zhou (Hongkong), Ms.Zhan Hui Xing (Kuala Lumpur) dan lainnya.

Dalam hidup sehari-hari, Ngartini setia mempromosikan dan melahirkan bibit-bibit muda untuk menekuni guzheng ini. Terbukti dengan hadirnya Jade Music School sejak tahun 2009 lalu. Ngartini sebagai Pendiri sekaligus Kepala Sekolah Jade Music School. Alat musik tradisional Cina berupa kecapi dan pipa pun menjadi orientasi utamanya.

Guzheng atau Kecapi China termasuk alat musik tradisional China yang paling populer. Guzheng ini dimainkan dengan cara dipetik. Jari-jari untuk memetik memakai alat bantu berupa kuku palsu yang terbuat dari tempurung kura-kura atau plastik. Tangan kanan pada umumnya digunakan untuk memainkan melodi, sedangkan tangan kiri digunakan untuk memainkan chord.

"Saya pilih alat musik ini karena unik apalagi sejak saya masih kecil, saya sudah sering lihat film-film silat dimana Putri Raja yang cantik dapat memainkan alat musik ini. Alat musik ini syahdu, dan saya suka dengan alat musik ini," ujar Ngartini.

Ia menuturkan Jade Music School ini dapat menjadi wadah yang lebih besar lagi untuk murid beraktivitas dalam bermain alat musik ini. Selain itu, dengan adanya sekolah musik ini, Ngartini pun dapat menjalin kerjasama dalam Bidang Internasional. "Kita mengadakan kerjasama pertukaran budaya antar Indonesia dan China. Kita menampilkan budaya Indonesia berupa lagu lagu daerah dan kita tampilkan di Shanghai, China," ujarnya.

Ia menuturkan Jade Music School ini merupakan tempat berkumpulnya musisi-musisi ataupun murid-murid yang ingin mempelajari alat musik serta berkolaborasi. Jadi bukan hanya kecapi dan pipa tapi juga gitar, piano, angklung dam alat musik lainnya agar semakin perkembangan zaman.

"Murid saya itu ada yang masih berusia tiga tahun dan sudah bisa mulai belajar. Bahkan ada juga seorang nenek yang berumur 83 tahun, yang ikut belajar alat musik ini untuk mengusir kejenuhan dan tidak cepat pikun sebab musik itu merangsang otak kiri dan otak kanan untuk bergerak dan jadi lebih gampang menjadi fokus." kata Ngartini. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved