Kunjungan Tim Komisi X DPR RI ke Unimed, Syawal Gultom Berharap Standar Kompetensi Guru Dinaikkan

"Langkah pengangkatan guru honorer K2 menjadi PPPK sudah tepat," kata Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd saat dialog dengan Tim Komisi X DPR-RI.

Kunjungan Tim Komisi X DPR RI ke Unimed, Syawal Gultom Berharap Standar Kompetensi Guru Dinaikkan
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Rektor Unimed Prof Syawal Gultom (kanan) memberikan cinderamata kepada Ketua Tim Komisi X DPR-RI Djoko Udjianto (kiri) usai dialog, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Jajaran petinggi Unimed menerima kunjungan kerja Tim Komisi X DPR-RI Panja Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Selasa (29/1/2019), di gedung Biro Rektor Unimed.

Kedatangan Tim Komisi X hari itu bertujuan untuk meminta masukan dan mendengar pendapat dari Unimed sebagai Lembaga Perguruan Tinggi Keguruan (LPTK) bersama penyelenggara pendidikan di Sumatera Utara mengenai permasalahan pendidik dan tenaga kependidikan di Sumatera Utara.

Masukan yang diberikan kemudian dibawa ke dalam sidang paripurna III Komisi X DPR RI tahun 2018-2019.

"Langkah pengangkatan guru honorer K2 menjadi PPPK sudah tepat," kata Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd saat dialog dengan Tim Komisi X DPR-RI di Ruang Sidang A lantai tiga gedung Biro Rektor Unimed.

Dikatakan Syawal, persoalan terkait guru merupakan masalah klasik di dunia pendidikan Indonesia. Mulai dari kualitas guru yang rendah, pendistribusian guru yang tidak merata, hingga guru yang tak sesuai dengan bidangnya.

Agar guru-guru Indonesia berkualitas, kata Syawal, perlu diadakan pelatihan guru secara rutin.

"Di Taiwan, gurunya dilatih setiap tahun secara kontinyu. Di Singapura lebih ekstrem lagi. Di sana guru dapat pelatihan dua minggu sekali, karena mereka berasumsi ilmu terus berkembang setiap delapan hari," ujarnya.

Syawal juga mengusulkan agar standar kompetensi guru dinaikkan. Minimal seorang guru harus menguasai bahasa Inggris dan melek teknologi komputer.

Kemudian, distribusi tenaga guru berdasarkan data yang riil, sehingga tak ada daerah yang surplus guru, sementara daerah lain sebaliknya.

"Supply and demand harus seimbang," ucap Syawal.

Halaman
12
Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved