Pemilu 2019, KPU dan Media sepakat Tingkatkan Partisipasi Millenial
Tentunya peran dari semua pihak sangat kita butuhkan untuk memberikan pemahaman kepada mereka terkait pemilu.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara,Yulhasni mengatakan, KPU menyasar kaum millenial sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.
Menuut Yulhasni, diperkirakan 35 sampai 40 persen dari total jumlah pemilih pada pemilu adalah pemilih muda dengan usia 17 hingga 30 tahun.
Berdasarkan data KPU, lanjut Yulhasni, jumlah pemilih milenial mencapai 70-80 juta jiwa dari 193 juta pemilih, yang artinya memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu dan menentukan siapa pemimpin di masa datang.
"Itu mengapa kalangan millenial penting menjadi target setiap sosialisasi dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih. Jumlah mereka menentukan karena kaum muda cukup rajin di media sosial," katanya.
Hal itu disampaikan Yulhasni, pada diskusi publik dengan tema "Memaksimalkan Partisipasi Generasi Milenial pada Pemilu 2019" yang digelar Perum LKBN Antara Biro Sumatera Utara.
Lebih lanjut Yulhasni mengatakan banyak pemuda saat ini yang acuh terhadap politik.
"Tentunya peran dari semua pihak sangat kita butuhkan untuk memberikan pemahaman kepada mereka terkait pemilu. Salah satu yang dilakukan KPU adalah merekrut relawan demokrasi yang diantara tugasnya adalah membantu melakukan sosialisasi tentang pemilu termasuk kepada kalangan milenial," ujarnya.
Sementara Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sumut Riza Mulyadi yang juga menjadi pemantik diskusi, mengatakan, Antara sebagai kantor berita milik negara memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu.
"Apa yang kita lakukan hari ini dengan membuat diskusi publik terkait pemilu adalah salah satu upaya kita membantu KPU, bagaimana nanti pemilu dapat berjalan sukses yang diikuti dengan meningkatnya partisipasi pemilih," katanya.
Mewakili pandangan akademisi, Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Fernanda Putra Adela mengatakan, di Amerika Serikat, generasi milenial memiliki peran penting dalam pentas demokrasi.
" Millenial menjadi faktor dalam menentukan seorang Senator bahkan Presiden," ungkapnya.
Fernanda menyebut, bila ingin perubahan, maka generasi milenial mesti berperan dalam pesta demokrasi itu sendiri, meski hanya sebagai pemilih.
"Intinya harus melek politik. Ruang diskusi seperti yang dilakukan LKBN ANTARA ini adalah salah satu sarana pendidikan politik bagi masyarakat termasuk bagi kaum milenial," katanya.
(gov/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/memaksimalkan-partisipasi-generasi-milenial-pada-pemilu-2019.jpg)