Bangunan STAKPN di Tarutung Mangkrak, Kini Longsor dan Berbahaya Bagi Pengguna Jalan

Bekas longsoran tembok kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung masih terlihat dan mengakibatkan badan jalan berlumpur

Bangunan STAKPN di Tarutung Mangkrak, Kini Longsor dan Berbahaya Bagi Pengguna Jalan
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Proses evakuasi longsor kampus IAKN Tarutung 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bekas longsoran tembok kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung masih terlihat dan mengakibatkan badan jalan berlumpur tepatnya di Jalan Lintas Sumatera, Tarutung, Rabu (30/1/2019). 

Akibat hujan deras beberapa hari belakangan tembok penyangga bangunan rubuh hingga tanahnya menutupi badan jalan.

Longsoran tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas. Titik longsor terjadi di jalan nasional Tarutung - Siborongborong desa Pagarbatu Kecamatan Sipoholon.

Bangunan kampus II Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) tidak selesai hingga bertahun-tahun. 

Hingga saat ini tak terlihat tanda-tanda aktivitas proyek pada bangunan yang terletak di Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Taput ini.

Warga setempat, Winner Simanungkalit mengatakan pembangunan kampus II STAKPN Tarutung, mulai dikerjakan tahun 2012. 

Pembangunan kampus II itu sebelumnya dilaksanakan secara bertahap dari tahun 2012 sampai tahun anggaran 2015. 

Adapun bentuk yang sempat dikerjakan yakni pembangunan tembok penahan tanah dan juga pembangunan gedung dengan kerangka besi.

"Pembangunan kampus telah menelan anggaran puluhan miliar, namun tidak adanya capaian dari proyek itu. Proyek itu malah mangkrak," ujar Winner yang juga Ketua DPC Perkumpulan Swadaya Masyarakat Jaringan Laskar Nusabangsa (PSM-JLN) ini.

Namun, bangunan sempat mangkrak bertahun-tahun. Kondisi bangunan yang tak dilanjutkan berakibat pada longsor hingga sempat mengakibatkan arus lalu lintas merayap sekitar 1 kilometer pada Selasa malam.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Horas Marasi Silaen MPsi, memastikam tidak menemukan jatuhnya korban.  Dua alat berat juga langsung diturunkan.

"Dari hasil evakuasi sejak semalam tidak ada jatuh korban dan sampai pagi ini proses pembersihan badan jalan masih berlangsung. 2 alat berat bekerja pool time menggeser material longsor," sebutnya.

Prof Dr Lince Lumbantoruan MPd rektor IAKN Tarutung belum bisa dihubungi akibat kejadian tersebut. (Jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved