Buni Yani Angkat Bicara, Buni Yani Mengaku Akan Dipenjara 1 Februari 2019 oleh Kejaksaan, Jumat Ini

Buni Yani Angkat Bicara, Buni Yani Mengaku Akan Dipenjara 1 Februari 2019 oleh Kejaksaan, Jumat Ini

Buni Yani Angkat Bicara, Buni Yani Mengaku Akan Dipenjara 1 Februari 2019 oleh Kejaksaan, Jumat Ini
Tribunwow.com/ Kolase
Buni Yani Angkat Bicara, Buni Yani Mengaku Akan Dipenjara 1 Februari 2019 oleh Kejaksaan, Jumat Ini. FOto: Ahok dan Buni Yani 

TRIBUN-MEDAN.COM - Buni Yani Angkat Bicara, Buni Yani Mengaku Akan Dipenjara 1 Februari 2019 oleh Kejaksaan, Jumat Ini  

Terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani mengaku dirinya akan dipenjara pada Jumat (1/2/2019) oleh Kejaksaan Negeri Depok.

"Dua hari yang lalu saya sudah mendapatkan panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok akan dilakukan eksekusi. Saya masuk penjara tanggal 1 Februari, hari Jumat lusa," kata Buni Yani saat menghadiri acara "Aksi Solidaritas Ahmad Dhani", di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Antara, Rabu (30/1/2019).

Ia mengatakan, kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap alias inkrah.

Selain itu, ia juga mengaku sudah menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA).

Baca: Selain Ahmad Dhani, Buni Yani, Ariel Noah dan Prita Mulyasari, Inilah Daftar Orang Terjerat UU ITE

Buni Yani saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (25/7/2017).
Buni Yani saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (25/7/2017). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Hari ini saya mendapatkan salinan dari Mahkamah Agung yang mengatakan ada dua keputusannya, bahwa satu kasasi saya dan kasasi jaksa penuntut umum, karena dua-duanya mengajukan kasasi, itu ditolak. Jadi dua-duanya ditolak," ujarnya. 

Ia berpendapat langkah kejaksaan tidak sesuai dengan putusan kasasi MA. Sebab, lanjut dia, dalam putusan kasasi tersebut tidak ada perintah hakim kepada jaksa agar menahan dirinya.

"Sebetulnya sih kasasi dari MA itu sudah inkrah, berkekuatan hukum tetap. Cuma yang ditulis di putusan kasasi itu tidak ada menyebutkan apa pun," kata Buni Yani.

Baca: Kabar Ratna Sarumpaet Terkini - Berkas Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, Yuwono: 10 Item dan Saksi Baru

"Apakah jaksa boleh menahan saya atau tidak. Kita akan melawan karena jaksa kita anggap melampaui wewenangnya," sambung dia.

Sebelumnya, Buni Yani divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung.

Buni Yani dinyatakan bersalah melanggar Pasal 32 ayat Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca: Neno Warisman Komentari Nasib Ahmad Dhani hingga Direspons Rocky Gerung

Kasus yang menjerat Buni Yani bermula saat dia mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta menjadi 30 detik pada 6 Oktober 2016.

Adapun, video asli pidato Ahok berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik.

Buni Yani
Buni Yani (KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Kemudian, MA menolak perbaikan kasasi dari Buni Yani dengan nomor berkas pengajuan perkara W11.U1/2226/HN.02.02/IV/2018 sejak 26 November 2018.

Baca: Selain Ahmad Dhani, Buni Yani, Ariel Noah dan Prita Mulyasari, Inilah Daftar Orang Terjerat UU ITE

Kasus BUNI YANI

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved