HOT NEWS: Seorang Remaja Tega Bunuh Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Jajan

Warga Desa Tano Bato, Kecamatan Barumun, Padanglawas berinisial MRP (18) ditangkap petugas Polres Tapanuli Selatan

HOT NEWS: Seorang Remaja Tega Bunuh Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Jajan
TRIBUN MEDAN/NANDA F BATUBARA
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib (tengah) bersama Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander Piliang (kemeja putih) saat memaparkan kasus pembunuhan ibu kandung di Mapolres Tapanuli Selatan, Rabu (30/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Warga Desa Tano Bato, Kecamatan Barumun, Padanglawas berinisial MRP (18) ditangkap petugas Polres Tapanuli Selatan lantaran membunuh ibu kandungnya sendiri, Hotnida Hasibuan (40).

Mirisnya lagi, MRP tega membunuh perempuan yang melahirkannya tersebut hanya gara-gara sering dimarahi lantaran kerap menghirup aroma bensin.

MRP diketahui kecanduan menghirup aroma bahan bakar minyak tersebut. Kata dia, aroma bensin mampu membuatnya mabuk.

Saat dihadirkan pada paparan kasus di Mapolres Tapanuli Selatan, Rabu (30/1/2019), MRP menyatakan menyesali perbuatannya. 

Bahkan, ia juga mengaku pernah bermimpi tentang ibunya.

"Pernah sekali. Dalam mimpi itu dia terlihat bahagia, cuma itu," kata MRP sembari tertunduk lesu.

Sabtu (29/12/2018) siang menjadi saat-saat terakhir bagi Hotnida Hasibuan hidup di dunia. Ia tewas di tangan anak kandungnya sendiri, MRP.

Pada saat itu, tepatnya di Muara Tubuk, Desa Papaso, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Padanglawas, Hotnida tengah menjemur pakaian. Tiba-tiba, MRP datang dan meminta uang.

Karena tahu anaknya kecanduan menghirup aroma bensin, korban pun menolak memberi uang kepada MRP. Keinginan yang tidak dipenuhi orangtuanya membuat MRP emosi. 

Ia pun bergegas mengambil sebilah parang dan langsung membacok bagian belakang kepala serta leher ibunya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved