Rencana disidangkan ke PN Medan, KPK Titip Thamrin Ritonga ke Rutan Tanjunggusta

Rudi Sianturi yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler membenarkan penitipan tersangka KPK

Rencana disidangkan ke PN Medan, KPK Titip Thamrin Ritonga ke Rutan Tanjunggusta
TRIBUNNEWS.COM
Setelah menjalani pemeriksaan berjam-jam di KPK, petang tadi, status Thamrin Ritonga, tangan kanan Bupati nonaktif Labuhanbatu, Pangonal Harahap langsung dinaikkan dari saksi menjadi tersangka. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan, Rudi Sianturi yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler membenarkan penitipan tersangka KPK terkait kasus suap eks Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap. Rudi menerangkan telah menerima Thamrin Ritonga pada Kamis (31/1/2019) siang.

"Benar baru masuk siang ini, petugas dari KPK langsung yang mendampingi tersangka (Tamrin Ritonga)," ujar Rudi.

Selanjutnya, kata Rudi, tersangka Thamrin Ritonga akan dititipkan di blok tahanan Tipikor, seperti halnya dengan Pangonal Harahap.

"Tidak satu kamar, tapi di blok Tipikor lah," sebutnya.

Diketahui melalui siaran pers sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan Tamrin Ritonga, salahsatu tersangka kasus dugaan suap mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap ke Rutan Klas IA Tanjunggusta.

"Dalam pelaksanaan Tahap 2, yang bersangkutan didampingi penasehat hukum dan kemudian dibawa ke Rutan Tanjunggusta Medan, dikarenakan persidangan akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Medan," ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam pesan siaran persnya yang diterima Tribun Medan.

Berkaitan dengan kasus ini, kata Febri , KPK masih melakukan pencarian terhadap DPO atas nama Umar Ritonga. "Jika masyarakat memiliki Informasi keberadaan yang bersangkutan, kami harap dapat segera menghubung KPK di Call Center 198 atau kantor kepolisian setempat," tandasnya.

Selain Thamrin Ritonga, KPK telah menetapkan Bupati nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap bersama orang kepercayaannya, Umar Ritonga, dan pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Sahputra alias Asiong sebagai tersangka.

Asiong yang disidangkan lebih awal telah menerima vonis 3 Tahun Penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan beberapa waktu lalu. Adapun Pangonal Harahap saat ini masih menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi jaksa penuntut umum KPK.

Thamrin diduga menerima uang dari Asiong. Ia yang merupakan orang kepercayaan Pangonal, berperan menjadi penghubung ke Asiong terkait permintaan dan penerimaan uang sejumlah Rp 500 juta pada 17 Juli 2018.‎

Tidak hanya itu, Thamrin juga diduga telah mengkoordinir pembagian sejumlah proyek di Pemkab Labuhanbatu, terutama pembagian proyek untuk tim sukses Pangonal.

Dari OTT itu, KPK mengamankan bukti transaksi sejumlah Rp 576 juta, yang diduga merupakan bagian dari pemenuhan atas permintaan Pangonal sebesar Rp 3 miliar. Uang itu bersumber dari proyek RSUD Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved