Ada Sekitar 200 TKA Tiongkok yang Bekerja di Tapanuli Selatan

Beberapa hari lalu, publik dihebohkan dengan dugaan pelecehan seksual oleh dua oknum Tenaga Kerja Asing (TKA

Ada Sekitar 200 TKA Tiongkok yang Bekerja di Tapanuli Selatan
TRIBUN MEDAN/NANDA F BATUBARA
Terduga pelaku pelecehan seksual yang merupakan TKA asal Tiongkok, GJ (54), saat diperiksa penyidik di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tapanuli Selatan, Jumat (25/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Beberapa hari lalu, publik dihebohkan dengan dugaan pelecehan seksual oleh dua oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok terhadap dua pekerja lokal pada proyek pembangunan PLTA Simarboru (Sipirok, Marancar dan Batangtoru) di Tapanuli Selatan, Sumut.

Dua oknum TKA tersebut, yakni CWW (32) dan GJ (54), dilaporkan oleh LH dan LKH. Kedua perempuan ini merupakan warga lokal yang juga bekerja pada proyek tersebut. Keduanya melapor ke Polres Tapanuli Selatan karena diduga telah dilecehkan oleh dua oknum TKA asal Tiongkok itu.

Namun selang dua hari kemudian, para pelapor mencabut laporannya tersebut. Alasan, mereka telah berdamai. Pihak Sinohydro Corp Ltd PLTA Batangtoru disebut-sebut telah memediasi keduanya.

Kini, tanpa diproses lebih lanjut secara hukum, dua oknum TKA itu telah dipulangkan oleh Sinohydro Corp Ltd PLTA Batangtoru ke negara asalnya.

Adanya kasus ini membuat sebagian publik geram. Di sisi lain, beberapa kalangan juga mengaku terkejut dan baru mengetahui adanya TKA asal Tiongkok yang bekerja di Tapanuli Selatan.

Kepada Tribun Medan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pemkab Tapanuli Selatan Amros Karangmatua mengatakan bahwa terdapat 200 TKA asal Tiongkok yang bekerja di Tapanuli Selatan. Data ini didasarkan atas laporan terakhir.

Amros mengatakan, para TKA ini dipekerjakan oleh Sinohydro Corp Ltd PLTA Batangtoru, perusahaan asal China atau Tiongkok. Perusahaan asing inilah yang mengerjakan pembangunan proyek PLTA Simarboru Tapanuli Selatan dengan dukungan pendanaan oleh Bank of China.

"Ada 200 orang (TKA asal Tiongkok). Mereka bekerja di Sinohydro," kata Amros, Jumat (1/2/2019).

Amros mengatakan, data jumlah TKA Tiongkok tersebut belum termasuk dua oknum yang kabarnya telah dipulangkan pihak perusahaan ke negara asal.

Bahkan, kata Amros, pihak Sinohydro Corp Ltd PLTA Batangtoru belum melaporkan pemulangan TKA itu secara resmi atau formal. Mereka hanya diinformasikan secara lisan.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved