Polda Sumut Tindak Penyebar Video Tuduhan Pengkhianat dan Wajib Pilih 01 Saat di Rumah Dodi Shah

Video berdurasi 17 detik itu, terdengar suara seorang wanita merekam 2 orang polisi yang sedang mengamankan lokasi

Polda Sumut Tindak Penyebar Video Tuduhan Pengkhianat dan Wajib Pilih 01 Saat di Rumah Dodi Shah
Tribun Medan
Kombes Tatan dan Dodi Shah 

TRIBUN-MEDAN.com - Pascapenggeledahan di rumah direktur PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) Musa Idishah alias Dodi Shah, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus alihfungsi lahan hutan lindung di Langkat menjadi perkebunan sawit, tak lama setelahnya beredar video yang diduga menyudutkan pihak Polri.

Dalam video berdurasi 17 detik itu, terdengar suara seorang wanita merekam video 2 orang polisi yang sedang mengamankan lokasi, saat dilakukan penggeledahan di komplek Cemara Asri rumah milik Dody.

"Saya viralkan ini pak pasti. Alasannya apa kemari, nggak jelas kan," kata wanita itu dalam video.

"Kami diwajibkan pilih 01, tapi kami nggak mau. Inilah makanya kalian datang kan, pengkhianat," tambahnya.

Terkini, mengenai masalah video viral itu Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan kepada masyarakat video bahwa video itu jangan dipercaya.

"Ini murni masalah hukum. Sekali lagi ini murni masalah hukum," tegas Tatan, Sabtu (2/2/2019).

Baca: HOT NEWS: Jadi Tersangka, Dodi Shah Buka Suara Jawab Tudingan PT ALAM & Tak Mau Pilih 01

Lebih lanjut, Tatan menjelaskan bahwa pihak kepolisian banyak mendapat apresiasi dari masyarakat. 

Karena Polda Sumut berani melakukan tindakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang benar, melakukan penyalahgunaan terhadap kawasan-kawasan yang tidak boleh dijadikan area perkebunan. 

Baik itu areal hutan mangrove maupun hutan lindung.

Untuk kasus ini, akan segera dilakukan tindakan. 

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved