Air Sungai Deli Naik, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir di Medan

Ratusan rumah warga di bantaran Sungai Deli Kelurahan Sei Mati terendam banjir akibat naiknya air sunga

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Banjir rendam rumah warga di bantaran sungai Deli, Minggu (3/2/2019). 

Banjir di kawasan bantaran Sungai Deli khususnya di Kelurahan Sei Mati tentunya bukanlah hal yang baru sekali ini terjadi. Kawasan tersebut sering terendam banjir jika air sungai meluap.

Meski banjir, sejumlah warga tetap melakukan aktivitas masing-masing. Bahkan masih ada yang berjualan sarapan pagi. Sementara itu, anak-anak di kawasan Sungai Deli malah memanfaatkan air sungai tersebut untuk bermain.

Berdasarkan pantauan Tribun Medan, sekitar pukul 12.30 WIB air mulai surut. Warga terpantau sedang membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir dan meninggalkan sisa-sisa lumpur.

"Udah surut sejak tadi. Ini tinggalkan bersihkan lumpurnya aja. Biasanya kalau berlumpur gini, ada yang longsor di atas sana," kata warga.

Sementara itu, dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kodam I/BB, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II akan melakukan normalisasi Sungai Bedera. Hal ini telah disepakati pada Rapat Koordinasi Penanganan Sungai Bedera di Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (21/1/2019) lalu.

Sungai Bedera dipilih untuk dinormalisasi setelah Sungai Sei Sikambing beberapa bulan lalu. Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, saat ini pengerjaan normalisasi sedang disusun jadwalnya oleh instansi terkait.

"Sudah. Tinggal kita mulai lagi (normalisasi) di daerah Sungai Bedera. Ini lagi disusun jadwalnya, semua nanti turun," katanya, Selasa (22/1/2019).

Akhyar mengatakan, normalisasi Sungai Bedera merupakan tindak lanjut atas pengerokan Sungai Sei Sikambing beberapa bulan lalu. Keterlibatan jajaran Kodam I/BB sangat disambut baik dalam upaya normalisasi tersebut.

"Kita berterimakasih dan menyambut baik Pangdam I/BB dan jajarannya memberikan perhatian, karena persoalan Sungai Bedera ini sudah sangat lama dan menahun serta harus cepat ditangani,” kata Akhyar.

Akhyar menjelaskan, penanganan Sungai Bedera ini memang harus segera dilaksanakan. Namun pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam melakukan aksi nyata. Perlu ada perencanaan matang agar dapat diselesaikan secara tuntas.

Halaman
123
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved