Libur Imlek, Ribuan Wisatawan Ramaikan Taman Lumbini DesanTongkoh

Hal yang menarik wisatawan datang ke sini, ialah bangunan pagoda dengan arsitektur khas Myanmar.

Libur Imlek, Ribuan Wisatawan Ramaikan Taman Lumbini DesanTongkoh
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Suasana Taman Lumbini, Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, dipadati wisatawan mengisi libur Tahun Baru Imlek 2019, Selasa (5/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Setiap memasuki masa liburan, Kabupaten Karo terutama kawasan Berastagi selalu dipadati oleh wisatawan. Seperti libur Tahun Baru Imlek 2019 ini, masyarakat dari berbagai daerah juga tampak memadati tempat-tempat wisata di Berastagi.

Salah satu lokasi objek wisata yang diburu para pengunjung, adalah Taman Lumbini yang terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat.

Objek wisata ini, seyogyanya merupakan tempat ibadah umat Budha.

Namun, sejak awal dibuka memang sekaligus untuk umum sebagai tempat wisata. Hal yang menarik wisatawan datang ke sini, ialah bangunan pagoda dengan arsitektur khas Myanmar.

Seorang wisatawan dari Kota Medan Andre, mengungkapkan dirinya memilih berlibur ke Kabupaten Karo karena ingin menikmati kesegaran udara di bumi turang ini.

"Seneng aja datang ke Berastagi ini, udaranya segar jalan-jalannyapun jadi enggak terlalu capek," ujar Andre, Selasa (5/2/2019).

Kemudian, saat ditanya alasan dirinya datang ke Taman Lumbini, dirinya mengatakan penasaran untuk melihat langsung bangunan dengan ornamen khas Myanmar itu.

"Penasaran aja sama tempatnya, kabarnya ini kan salah satu pagoda yang terbesar, jadi pengin datang ke sini. Baru sekali memang ke sini," katanya.

Menurut informasi, bangunan pagoda Taman Lumbini Berastagi ini adalah yang tertinggi ketiga yang ada di dunia. Untuk masuk ke lokasi ini, pengunjung sebenarnya tidak dikenai biaya yang dipatok oleh pengelola. Namun, hanya sekedar sumbangan seiklasnya.

Wisatawan lainnya Setiawan, mengatakan sangat mengagumi bangunan Pagoda Lumbini ini. Karena selain kemegahan arsitekturnya, warna emas yang mendominasi bangunan tersebut semakin membuat wisatawan yang datang menjadi kagum.

"Apalagi Lumbini ini kan salah satu tempat ibadah umat Budha yang terbesar yang ada di Asia Tenggara. Jadi kagum dan bangga lah kita warga Sumut punya tempat yang terkenal gini," ucap pria asal Kota Pematang Siantar itu.

Pada libur Imlek ini, Taman Lumbinipun semakin meriah karena banyak ornamen-ornamen yang khas. Tak hanya baliho dan lampion yang ada di depan bangunan pagoda, di lokasi tersebut juga terlihat disediakan tempat foto dengan dipenuhi pernak pernik Imlek.

Setiawan menyebutkan, dengan tahun baru ini memberi kebaikan dan kebahagiaan bagi seluruh umat. Terlebih, dalam menyambut tahun politik ini, dirinya berharap agar masyarakat Indonesia semakin bersatu dan tidak menjadi terpecah belah.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved