Tak Menyerah Pria Penyandang Disabilitas Kuliahkan Anak dengan Berjualan Kaos Kaki Keliling Kota

Dengan bantuan dua tongkat, Natal berjalan dengan satu kaki tanpa ada rasa beban. Papan harga kaus kaki juga diletakkan di depan dan belakang tubuhnya

Tak Menyerah Pria Penyandang Disabilitas Kuliahkan Anak dengan Berjualan Kaos Kaki Keliling Kota
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Tak Menyerah Pria Penyandang Disabilitas Kuliahkan Anak dengan Berjualan Kaos Kaki Keliling Kota, Selasa (5/2/2019). 

Dengan bantuan dua tongkat, Natal berjalan dengan satu kaki tanpa ada rasa beban. Papan harga kaus kaki juga diletakkan di depan dan belakang tubuhnya.

Pascamusibah terkena mesin pemotong saat bekerja di bengkel tahun 1990, Natal kehilangan satu kakinya. Natal pun harus berhenti meninggalkan pekerjaannya sebagai mekanik.

Tribun-medan.com berkesempatan berbincang dengan ayah dari enam anak ini di pinggir Jalan Kartini Kota Pematangsiantar, Selasa (5/2/2019).

Pria murah senyum dan suka bercanda ini ternyata memiliki enam anak yang memiliki pekerjaan yang baik dan pendidikan yang tinggi.

Tukang Ojek Tewas Ditembak, Organisasi Papua Merdeka Mengaku dan Sebut Alasan Mereka!

Pelatih PSMS Medan Senang Tambun Naibaho Mau Main Lagi di Tim Ayam Kintan

Sopir Taksi Online Dianiaya Penumpang Wanita, Begini Modusnya!

Diduga Selipkan Uang dan Kartu Nama saat Gelar Reses, Anggota DPRD Dilaporkan ke Bawaslu

Ia menceritakan empat dari enam anaknya sudah bekerja dan menikah di luar kota seperti Batam, Kalimantan, Lampung, dan Jakarta. Natal juga telah memiliki dua cucu.

Saat ini, Natal masih menanggung dua anaknya yang tengah menempuh pendidikan. Anak ke empatnya seorang perempuan tengah kuliah di Jurusan Ekonomi Universitas Nomensen Kota Pematangsiantar.

Tak Berdaya Dikeroyok Ratusan Kutu, Ular Piton Ditemukan Sekarat

Sutrisno Pasaribu Tuding Pejabat Pemerintah Terima Suap dari PT Aguafarm Soal Pencemaran Danau Toba

Sementara, anak ke enam di SMA Swasta Teladan. Untuk biaya kuliah putrinya, Natal harus membayar Rp 6,8 juta per tahun. Sedangkan biaya sekolah anak bungsunya Rp 250 ribu per bulan.

Natal menjelaskan pendidikan anak merupakan hal utama baginya. Meskipun berjalan dengan satu kaki sembari berjualan, Natal tidak merasa pesimis.

Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia Sumut Gelar Seleksi Daerah Hadapi Ajang PraPON 2019

Mulai Sekarang Pakai Kaos Kaki saat Tidur Agar Dapat Manfaat Menakjubkan Ini!

"Kalau masih bisa bekerja, kerjakanlah. Jangan pernah menyerah. Bagiku memang sekolah anak yang utama,"ujarnya sembari mengatakan istrinya bekerja membantu penenun ulos di Kota Siantar.

Untuk membantu perekonomian keluarga, pada pagi hari Natal bekerja sebagai penjahit sepatu. Dari hasil jahit sepatu, Natal membeli kaus kaki untuk dijual.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved