Hendak Diselundupkan ke Thailand, BBKSDA Musnahkan 7000 Blangkas Sitaan Angkatan Laut

Sebanyak 7000 ekor satwa Belangkas yang rencananya akan diselundupkan ke Thailand melalui perairan Aceh

Hendak Diselundupkan ke Thailand, BBKSDA Musnahkan 7000 Blangkas Sitaan Angkatan Laut
Sumber dokumen BBKSDA
Suasana saat pembongkaran 7000 ekor Belangkas dari mobil, untuk dikuburkan di halaman Kantor Gakum Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 7000 ekor satwa Belangkas yang rencananya akan diselundupkan ke Thailand melalui perairan Aceh pada (28/1/2019) lalu, akhirnya dimusnahkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Selasa (5/2/2019) kemarin malam.

Satwa Belangkas itu, diangkut menggunakan dua truk milik angkatan laut Lantamal I Belawan dan dimusnahkan dengan cara menguburkannya di halaman Kantor Gakum wilayah Sumut.

Sebelumnya pada (28/1/2019) lalu, TNI AL Lantamal I Belawan, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 7000 ekor Belangkas tersebut.

Pengungkapan ini bermula saat TNI AL Lantamal I Belawan, melakukan patroli rutin menggunakan KRI Patimura di perairan Aceh Tamiang menuju laut lepas.

Penangkapan dilakukan, karena selain tidak dilengkapi dokumen. Dari hasil pemeriksaan petugas, di dalam palka kapal ditemukan sedikitnya 7000 ekor Belangkas dalam kondisi mati, yang didalamnya terdapat pecahan es batu, untuk mencegah kebusukan pada satwa dilindungi tersebut.

Kasi Perencanaan Perlindungan dan Pengawasan BKSDA Sumut Amenson Girsang cukup mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh TNI AL Lantamal I Belawan, yang berhasil menggagalkan penyelundupan 7000 ekor Belangkas.

"Jadi kemarin kegiatan disini adalah tindak lanjut daripada penyidikan bersama TNI AL dengan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan. Ada penyerahan barang bukti Belangkas kepada BBKSDA dan Balai Gakum," kata Amenson, Rabu (6/2/2019).

"Malam kemarin, kita melakukan pemusnahan barang bukti dengan cara penguburan Belangkas ini, di halaman mako sporc," sambungnya.

Amenson menjelaskan karena ini hasil penyidikan bersama, maka nantinya akan ada dua undang undang yang akan di pakai. Angkatan Laut akan melakukan penyidikan dengan UU perikanan, dan dari mentri lingkungan hidup dan kehutanan akan menggunakan UU nomor 5 tahun 90 sesuai dengan kewenangan masing masing penyidik.

"Sejauh ini 3 orang tersangka telah di tahan oleh petugas AL Lantamal I Belawan dan masih dalam proses penyidikan lebih lanjut," ungkap Amenson.

Perburuan terhadap Belangkas yang termasuk satwa dilindungi ini, lanjut Amenson belakang ini kian marak dilakukan. Karena mengingat pasar terhadap satwa Belangkas ini cukup tinggi di Thailand.

"Saat ini harga satu ekor Belangkas dijual dengan harga Rp 500.000, jika sampai ke negara tujuan. Tingginya harga jual satwa Belangkas ini menjadi salah satu alasan para pelaku, untuk melakukan penyelundupan satwa dilindungi tersebut," pungkas Amenson.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved