Bawaslu Dairi Kumpulkan Panwascam Rekrut 872 Pengawas TPS

Bawaslu Dairi menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Panwascam se-Kabupaten Dairi di Aula Hotel Mutiara

Bawaslu Dairi Kumpulkan Panwascam Rekrut 872 Pengawas TPS
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Bawaslu Dairi menggelar rapat koordinasi bersama Panwascam se-Kabupaten Dairi di Aula Hotel Mutiara pada Kamis (7/2/2019) membahas persiapan pembentukan pengawas TPS. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bawaslu Dairi menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Panwascam se-Kabupaten Dairi di Aula Hotel Mutiara, Sidikalang pada Kamis (7/2/2019), membahas persiapan pembentukan pengawas TPS untuk Pemilu 2019.

Anggota Bawaslu Dairi, Pandapotan Rajagukguk mengatakan perekrutan calon anggota pengawas TPS akan dilakukan langsung oleh panwascam.

Sehingga Bawaslu Dairi memberikan pemahaman agar perekrutan pengawas TPS harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

"Kami tadi rakor dengan panwascam tentang rencana perekrutan pengawas di TPS sebanyak 872 orang sesuai dengan jumlah TPS Pemilu 2019 yang ada di Kabupaten Dairi," kata Pandapotan, Kamis.

Pandapotan menjelaskan adapun beberapa persyaratan untuk dapat menjadi calon pengawas TPS minimal berusia 25 tahun, pendidikan minimal tamat SMA, tidak terlibat partai politik, memiliki integritas dan tidak ada memiliki ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu.

"Yang lebih penting, pengawas TPS harus merupakan pendudukan asli di sekitar TPS. Karena dia yang mengenal langsung penduduk sekitar, jadi tahu warga yang datang menggunakan hak pilihnya di TPS," sebutnya.

Sementara, proses perekrutan ini akan dibuka pada 11 Februari 2019 mendatang di setiap kecamatan. Dan rencananya pada 21 Februari 2019 mendatang, pengawas TPS hasil seleksi di Kabupaten Dairi sudah dapat diumumkan.

"Jadi tanggal 11 sampai 21 itu merupakan beberapa tahapan, mulai memasukkan berkas, seleksi berkas, ujian sampai dengan pengumuman. Penjaringan dilakukan di kecamatan masing-masing," ungkapnya.

Selanjutnya, bagi pengawas TPS yang terpilih akan bekerja selama sebulan hingga 17 April 2019. 

Sebelum masa pencoblosan berlangsung, maka pengawas TPS itu diminta turut membantu kinerja Petugas Pengawas Lapangan (PPL) mengawasi kegiatan kampanye para caleg maupun mengawasi keberadaan alat peraga kampanye (APK) yang menyalahi aturan.

"Masa kerja pengawas TPS ini sebulan. Sebelum hari pencoblosan, mereka akan ditugaskan bersama PPL untuk mengawasi tahapan Pemilu seperti kampanye dan lainnya. Sedangkan di hari H akan bertugas di TPS sampai proses penghitungan selesai," ucapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved