286 WN Bangladesh Diduga Kuat Korban Human Trafficking, Pelaku Melarikan Diri

Ratusan Warga negara Bangladesh yang di temukan pada sebuah Ruko di Kawasan Jalan Gatot Subroto

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Ratusan imigran asal Bangladesh saat diamankan di Rudenim Belawan Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/2/2019). Sebanyak 198 warga negara asing (WNA) yang ditemui warga di sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Helvetia tersebut, diduga menjadi korban human trafficking. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan Warga negara Bangladesh yang di temukan pada sebuah Ruko di Kawasan Jalan Gatot Subroto, Selasa (5/2/2019) malam. 

Hingga kini masih terus dilakukan pendataan oleh pihak Imigrasi Kelas I Kota Medan.

Dari hasil pendataan, total ada 286 WN Bangladesh. 

Mereka diduga kuat sebagai korban perdagangan manusia atau Human Trafficking

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Medan Fery Monang Sihite, mengatakan WN Bangladesh tersebut menjadi korban penipuan.

"Jadi untuk tindakannya kita akan lakukan deportasi," kata Fery , Jumat (8/2/2019).

Lebih lanjut, Fery mengaku pihaknya langsung berkoordinasi dengan kedutaan besar Bangladesh untuk proses deportasi. 

Karena seluruh kebutuhan deportasi akan difasilitasi kedutaan. 

Seperti akomodasi atau pun lainnya.

Masih kata Fery, dari hasil interogasi kepada para WNA, mereka ingin kembali ke negara asalnya.

Hal itu diketahui, setelah mereka tahu telah ditipu oleh orang yang berjanji akan membawa mereka bekerja ke negeri Jiran Malaysia.

"Kita akan melakukan pemetaan permasalahan ini, supaya tidak terulang kejadian serupa, sembari mendalami kasus. Karena kuat dugaan, pelakunya melarikan diri karena aksinya terungkap," ungkap Fery.

"Kita akan lakukan kajian terhadap pola-pola pelaku merekrut mereka, jangan sampai Medan dijadikan sebagai tempat transit mereka menuju negara tetangga," tegas Fery.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved