Seniman Uighur Abdurehim Heyit Dikabarkan Tewas Disiksa di Kamp Detensi China, Turki Bereaksi Keras

Seniman Uighur Abdurehim Heyit Dikabarkan Tewas Disiksa di Kamp Detensi China, Turki Bereaksi Keras

Editor: Tariden Turnip
youtube
Seniman Uighur Abdurehim Heyit Dikabarkan Tewas Disiksa di Kamp Detensi China, Turki Bereaksi Keras. Heyit saat tampil di satu acara 

Seniman Uighur Abdurehim Heyit Dikabarkan Tewas Disiksa di Kamp Detensi China, Turki Bereaksi Keras

TRIBUN-MEDAN.COM - Turki meminta Cina untuk menutup kamp-kamp detensi, menyusul kabar kematian seorang musisi terkenal dari etnis minoritas Uighur.

Abdurehim Heyit diduga telah menjalani hukuman selama delapan tahun di wilayah Xinjiang, tempat jutaan kaum Uighur dilaporkan sedang ditahan.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan para orang Uighur itu menjadi sasaran "penyiksaan" di "kamp konsentrasi".

Pemerintah Cina mengatakan fasilitas tersebut adalah kamp re-edukasi.

Uighur adalah kelompok minoritas Muslim berbahasa Turki yang berbasis di wilayah Xinjiang, Cina bagian barat, yang diawasi ketat oleh otorita Cina.

Apa kata Turki?

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (09/02), juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hami Aksoy mengatakan: "Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta warga Turki Uighur yang ditangkap secara sewenang-wenang menjadi sasaran penyiksaan dan indoktrinasi politik di penjara", seraya menambahkan bahwa mereka yang tidak ditahan berada "di bawah tekanan besar".

"Pembangunan kembali kamp konsentrasi di abad 21 dan kebijakan asimilasi sistematik pemerintah Cina terhadap warga Turki Uighur adalah aib besar bagi kemanusiaan," kata Aksoy.

Ia juga mengatakan bahwa laporan tentang kematian Heyit "semakin memperkuat reaksi publik di Turki akan pelanggaran HAM serius di Xinjiang" dan meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres "untuk mengambil langkah efektif demi mengakhiri tragedi kemanusiaan" di sana.

Presentational grey line

Kamp-kamp rahasia Cina

kamp detensi CinaPresentational grey line

Beijing mengklaim bahwa kamp detensi di Xinjiang adalah "pusat pendidikan vokasi" yang dirancang untuk membantu membersihkan wilayah tersebut dari terorisme.

Berbicara pada Oktober lalu, pejabat pemerintah Cina tertinggi di Xinjiang, Shohrat Zakir, mengatakan bahwa para "siswa" di kamp bersyukur akan kesempatan untuk "merenungi kesalahan mereka".

Kelompok pegiat HAM mengatakan para Muslim ditahan dalam jangka yang tidak ditentukan dan tanpa dakwaan, atas pelanggaran-pelanggaran seperti menolak untuk memberikan sampel DNA, berbicara dalam bahasa minoritas, atau berdebat dengan pihak berwenang.

Apa yang terjadi pada Heyit?

Organisasi pemerhati HAM Amnesty International mengatakan bahwa mereka sangat khawatir akan laporan tentang kematian Heyit, yang belum dikonfirmasi secara resmi.

Heyit terkenal sebagai pemain Dutar, instrumen dengan dua senar yang sangat sulit dikuasai. Pada suatu waktu, ia dipuja di seluruh Cina.

Halaman
12
Sumber: bbc
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved