Seorang Residivis Masuk Jeruji Besi Usai Kembali Jadi Pengedar Narkoba

M Nasir (45) tak berdaya saat kembali ditangkap petugas Polsek Medan Area dari dalam rumahnya di Pasar 3 Gg Satria

Seorang Residivis Masuk Jeruji Besi Usai Kembali Jadi Pengedar Narkoba
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM - M Nasir (45) tak berdaya saat kembali ditangkap petugas Polsek Medan Area dari dalam rumahnya di Pasar 3 Gg Satria Desa Tembung Kecamatan Percutseituan, Jumat (8/2/19) lalu.

Nasir diamankan petugas, setelah sebelumnya Tim Pegasus Polsek Medan Area mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan daun ganja dengan meringkus seorang pengedaranya.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan dari Kanit Rekrim Polsek Medan Area, Iptu ALP Tambunan.

Dijelaskan kanit, selain tersangka ikut diamankan sebagai barang bukti berupa sebelas paket sabu, sembilan amplop daun ganja siap edar, satu klip plastik berisi sabu, uang Rp 100 ribu diduga hasil transaksi dan timbangan digital.

"Ketika kami timbang barang bukti sabu itu beratnya sekitar tiga gram. Sebagian paket sabu dan daun ganja sudah terjual," terangnya.

Penangkapan tersangka tersebut, sambung Tambunan bermula dari pengaduan masyarakat (dumas) bahwa tersangka kerap melakukan jual beli narkoba di dalam rumahnya.

"Dari laporan warga itu kami langsung turunkan tim ke lapangan. Tanpa menemui kesulitan tersangka kami sergap dari kediamannya. Ketika dilakukan penggeledahan personel menemukan sejumlah barang bukti narkoba. Lalu tersangka kita giring ke kantor," ujarnya, Minggu (10/2/2019).

Hasil pemeriksaan, sambung polisi berpangkat balok dua di pundaknya ini, pelaku mengakui bahwa sabu dan daun ganja itu mau diedarkannya.

"Sabu dan ganja itu katanya saat kami melakukan pemeriksaan, ia dapati dari temannya yang berinisial A (DPO). Kami masih melakukan pengembangan untuk meringkus A yang sudah menjadi target operasi (DPO)kami," jelasnya.

Kini Nasir dipersangkakan melanggar Pasal 114 subs Pasal 112 ayat 1 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang narkotika dengan anacaman hukuman pidana penjara 15 tahun.

Ketika ditanya, masih kata Kanit, bapak dua anak ini mengaku pernah menjalani hukuman di LP Tanjung Gusta dalam kasus kepemilikan daun ganja.

"Tahun 2001 lalu aku baru bebas bang. Karena tak ada pekerjaan dan butuh uang untuk makan maka aku terpaksa jadi pengedar narkoba. Sebelumnya aku pernah bekerja sebagai pencari ikan laga tapi penghasilan kecil dan tidak cukup untuk keluarga," ujarnya dengan suara serak.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved