Tim Cakap-cakap Gelar Ngobrol Santai soal Siantar, Akademisi dan Praktisi Kritik Kinerja Pemko

Disikusi yang diinisiasi oleh Tim Cakap-cakap Siantar melihat dari beberapa aspek yakni pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia (SDM).

Tim Cakap-cakap Gelar Ngobrol Santai soal Siantar, Akademisi dan Praktisi Kritik Kinerja Pemko
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Para pembicara dalam acara 'Ngobrol Santai Soal Siantar' di Grand Palm Hotel, Kota Siantar, Minggu (10/2/2019).

Ia juga mengatakan Siantar memiliki nilai demokrasi yang tinggi. Walikota harus menampung seluruh argumentasi masyarakat untuk pembangunan kota. Dari segi friendly, Daulat mengatakan warga Siantar sangat gampang diajak berteman.

Pelaku usaha, Rudolf Hutabarat juga mengkritik soal tidak adanya pembangunan yang strategis.

"Lahan pertanian semakin berkurang karena pembangunan yang tidak strategis. Tidak ada pembangunan ke pinggiran kota. Padahal, potensi itu ada," ucapnya.

Senada dengan itu juga Alpeda Sinaga yang juga seorang pengusaha menyampaikan bahwa kedatangannya ke Siantar tak lain hanya untuk mendapatkan informasi dari seluruh kalangan.

Alpeda melanjutkan, selama ini, dirinya kerap membaca media online untuk sekadar mengetahui informasi soal Siantar. Ia mengungkapkan dengan mengetahui informasi tentang Siantar dapat meningkatkan pembangunan.

"Saya juga selalu siap jika saudara-saudara sekalian ingin berdiskusi dengan saya. Handphone saya aktif 24 jam. Ini semua untuk kemajuan kota kita ini," ujar pria kelahiran 1969 ini.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved