Breaking News

Dipatuk Ular Berbisa saat Tidur, Pria India Gigit Istrinya agar Mati Bersama

Sadar hidupnya tak lama lagi, Rai kemudian menggenggam tangan sang istri, Amiri Devi, dan berkata dia ingin bersatu dengannya dalam kematian.

Wikipedia
Ular krait merupakan salah satu jenis yang paling sering menyebabkan kematian di India. 

TRIBUN-MEDAN.com, PATNA - Seorang pria di Negara Bagian Bihar, India, dilaporkan tewas setelah digigit oleh seekor ular berbisa.

Shankar Rai tengah tidur di rumahnya di Distrik Samastipur, sekitar 96 km sebelah utara Patna, ketika seekor ular menggigitnya.

Pagi hari, kondisinya memburuk. Sadar hidupnya tak lama lagi, Rai kemudian menggenggam tangan sang istri, Amiri Devi, dan berkata dia ingin bersatu dengannya dalam kematian.

Diwartakan India Today via Newsweek Senin (11/2/2019), Rai segera menggigit pergelangan tangan Amiri dengan harapan racun ular itu juga pindah ke istrinya.

Baca: Pengusaha Bandung Nuryanto Tewas Dimutilasi saat Tagih Utang Rp 2 Miliar di Malaysia

Baca: Tak Berdaya Dikeroyok Ratusan Kutu, Ular Piton Ditemukan Sekarat

Baca: Shah Rukh Khan Bertemu Mantan Selingkuhan di Pesta Orang Terkaya India

Keduanya kemudian dilaporkan tak sadarkan diri. Tetangga yang menemukan segera membawa mereka ke rumah sakit, di mana Rai dinyatakan tewas.

Adapun Amiri berhasil selamat. Dia mengatakan membiarkan suaminya menggigit tangannya karena dia ingin mati bersama-sama.

"Shankar berkata dia sangat mencintai saya sebelum dia menggenggam pergelangan tangan saya, dan menggigitnya," ungkap Amiri.

Seorang dokter lokal yang menangani pasangan suami istri itu menjelaskan, Amiri bisa selamat karena penanganannya dilakukan tepat waktu.

Profil Kesehatan Nasional India dikutip Deccan Herald mencatat, 1,000 orang tewas akibat gigitan ular berbisa sepanjang 2017.

Sekitar 90 persen kematian itu disebabkan ular yang masuk kategori Big Four. Yakni Krait, Kobra, Viper Russel, dan Viper Sisik Gergagji.

Sebuah studi terbaru yang dihelat Jurnalis Medis Inggris (BMJ) mengusulkan kepada India untuk memulai pusat pengumpulan bisa ular di setiap wilayah.

Ravikar Ralph dari Christian Medical College di Vellore berujar, 70-80 persen korban tewas sebelum sempat mendapat perawatan.

Dia mengungkapkan pusat pengumpulan bisa ular di Negara Bagian Tamil Nadu tidak efektif karena racun ular spesies yang sama bisa berbeda-beda.

"Sebaiknya pusat pengumpulan racun tidak hanya diisi oleh anti-bisa. Namun juga melatih stafnya menangani efek dari penangkal tersebut," katanya. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Setelah Digigit Ular Berbisa, Seorang Pria Gigit Istrinya."

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved