Peredaran Uang Palsu Tak Bisa Dibendung, Pengamat Sebut Perlu Peranan Perbankan

Kemajuan teknologi tidak bisa dibendung lagi. Dengan semakin canggihnya printer keluaran terbaru sekarang

Peredaran Uang Palsu Tak Bisa Dibendung, Pengamat Sebut Perlu Peranan Perbankan
TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi saat menunjukkan barang bukti Upal yang dilakukan oleh sopir travel, Selasa (12/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kemajuan teknologi tidak bisa dibendung lagi. Dengan semakin canggihnya printer keluaran terbaru sekarang, tidak menutup kemungkinan masyarakat membuat uang palsu (Upal).

Pengamat Ekonomi UNIMED M Ishak menyatakan peredaran Upal memang tidak bisa dibendung lagi, mengingat sekarang zaman sudah semakin canggih.

"Perlu dari pihak perbankan untuk terus gencar mensosialisasikan upal kepada masyarakat. Terutama masyarakat pedagang kecil," katanya, Selasa (12/2/2019).

Ia mengatakan edukasi sangat dibutuhkan masyarakat terkait Upal ini. "Hal itu dibutuhkan karena nanti masyarakat yang menjadi korban. Karena ada undang-undang nya,"jelasnya.

Kepada masyarakat, kata Ishak, harus benar-benar teliti saat melakukan pembayaran ataupun menerima kembalian pascabelanja. "Sosialisasi memang diperlukan dari pihak perbankan, namun, ketelitian dari masyarakat ternyata juga diperlukan. Karena dengan cara itulah peredaran Upal bisa dibendung,"ujarnya.

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Sunggal mengamankan Sultoni Puja Kesuma warga Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Pria 41 tahun ini ditangkap karena mencetak uang palsu pecahan Rp100Ribu, Rp50Ribu, dan Rp20Ribu.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan penangkapan terhadap supir travel ini dilakukan pascapihaknya mendapat informasi ada seorang pria yang memiliki uang palsu.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved