Rambut 12 Siswa Dipangkas Guru, Kedapatan Polisi Membolos

Hasoloan Sitanggang menyebutkan para siswa yang terjaring membolos merupakan siswa yang duduk di kelas XI dan XII.

Rambut 12 Siswa Dipangkas Guru, Kedapatan Polisi Membolos
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Para siswa SMK Negeri 1 Sitinjo yang kedapatan personel Binmas Polres Dairi membolos, mendapat sanksi berupa pemangkasan rambut oleh guru pada Selasa (12/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Sebanyak 12 orang siswa laki-laki SMK Negeri 1 Sitinjo tertangkap tangan oleh personel Binmas Polres Dairi membolos pada saat jam belajar tengah berlangsung, Selasa (12/2/2019).

Para siswa itu terjaring operasi kasih sayang tersebut, kemudian diserahkan ke pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan.

Kepala SMK Negeri 1 Sitinjo, Hasoloan Sitanggang menyebutkan para siswa yang terjaring membolos merupakan siswa yang duduk di kelas XI dan XII. Bahkan beberapa diantaranya telah berulang kali mendapat peringatan dari pihak sekolah karena kasus yang sama.

"Setelah didata sama wali kelas. Mereka yang dibawa polisi karena membolos ini sudah sering absen tak datang ke sekolah," kata Hasoloan.

Lebih lanjut, Hasoloan mengatakan agar tidak melakukan tindakan serupa, pihak sekolah memberikan sanksi berupa surat pemanggilan terhadap orang tua yang anaknya tertangkap tangan membolos.

Selain itu, agar memberikan efek jera, guru dari bimbingan konseling SMK Negeri 1 Sitinjo melakukan pemangkasan terhadap rambut para siswa.

"Satu diantaranya, si JS sudah tiga kali kami panggil orang tuanya. Bahkan supaya jera, saya sudah buat perjanjian ke si JS untuk wajib melapor ke saya setiap pagi dan siang. Tapi tetap aja bolos dia," sebutnya.

Personel Binmas Polres Dairi, Aipda Feri Sigalingging menyebutkan keberadaan para siswa tersebut diketahui berada di luar sekolah pada jam belajar diketahui setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Begitu tiba dilokasi yang dimaksud, polisi mendapati 12 orang siswa tengah berada di sebuah warung tak jauh dari SMK Negeri 1 Sitinjo. Selanjutnya para siswa tersebut diserahlan ke pihak sekolah.

"Kami melakukan razia setelah dapat laporan dari masyarakat. Hasilnya ada 12 siswa yang berada di luar sekolah padahal masih jam belajar," ucapnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada para siswa agar fokus belajar dan tidak terpengaruh dengan perilaku negatif lingkungan sekitar. Razia terhadap para siswa ini juga akan dilakukan secara terus menerus di Kabupaten Dairi demi menangkal kenakalan remaja.

"Ini bentuk kepedulian polisi agar para remaja tidak terpengaruh dengan kenakalan remaja. Dan razia ini akan kami lakukan secara terus menerus," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved