Usai Dituntut 15 Tahun, Pembunuh Gadis dalam Kardus Cerita Jatuh dari Kamar Mandi

Pembunuh gadis dalam kardus, Hendri bercerita kepada Tribun Medan sempat jatuh di kamar mandi Rutan

Usai Dituntut 15 Tahun, Pembunuh Gadis dalam Kardus Cerita Jatuh dari Kamar Mandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Hendri alias Ahen jalani sidang tuntutan di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (12/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pembunuh gadis dalam kardus, Hendri bercerita kepada Tribun Medan sempat jatuh di kamar mandi Rutan Tanjunggusta beberapa Minggu lalu. Hal itu, ia akui menyebabkan sidang tuntutan terhadap dirinya tertunda.

"Kemarin jatuh aku bang di kamar mandi. Soalnya agak payah beraktivitas dengan kondisi kaki dipasang ven gini," katanya.

Ia mengaku selama menjalani masa tahanan, dirinya meski menjaga kesehatannya. Apalagi dengan kondisinya yang pincang, proses pemulihan sedikit terhambat. 

Dalam kesempatan singkat itu, ia mengaku telah berobat ke Klinik agar kondisi kakinya membaik.

Disinggung soal kasus Pembunuhan yang ia lakukan, Hendri mengaku pasrah dengan proses hukum yang berjalan di Pengadilan Negeri Medan. Pria 30 tahun tersebut, mengatakan bahwa saat itu dia kalap.

"Iya (kalap) waktu itu. Makanya aku pasrah lah semua. Gak ada daya apa-apa dari ku lagi. Udah (minta maaf) juga," katanya.

Rika Karina jadi korban pembunuhan, jasadnya ditinggalkan begitu saja dalam kotak kardus di Jalan Karya Medan, Rabu (6/6/2018)
Rika Karina jadi korban pembunuhan, jasadnya ditinggalkan begitu saja dalam kotak kardus di Jalan Karya Medan, Rabu (6/6/2018) ()

Beberapa menit sebelumnya, pada sidang yang berlangsung di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan, Selasa (12/2/2019) itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marthias Iskandar mengatakan Hendri alias Ahen terbukti bersalah melakukan tindak pidana dalam Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

"Menuntut terdakwa Hendri alias Ahen dengan hukuman kurungan selama 15 tahun penjara", ucap Jaksa Marthias didepan majelis hakim yang diketuai Masrul

Mendengarkan tuntutan untuknya, Hendri tampak pasrah dan hanya bisa tertunduk dikursi pesakitannya. Ia pun kembali berjalan tertatih meninggalkan kursi pesakitan seusai persidangan.

Terpisah, kepada wartawan JPU Marthias menyebutkan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. 

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved