Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Beralih Pilih Naik Bus

Tingginya harga tiket pesawat tujuan domestik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, akhir membuat para calon penumpang

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Beralih Pilih Naik Bus
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tingginya harga tiket pesawat tujuan domestik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, akhir membuat para calon penumpang memilih alternatif lain.

Selain memilih angkutan laut untuk bepergian. Para penumpang juga memilih angkutan jalur darat untuk alternatif bepergian, walaupun jarak tempuh yang dijalani menjadi lebih lama.

Direktur Utama bus Antar Lintas Sumatera (ALS), Ir H Chandra Lubis atau yang akrab disapa Adek mengatakan peningkatan jumlah penumpang untuk rute yang menyebrang ada, tapi tidak besar persentasenya.

"Untuk rute ke Jawa ada kenaikan penumpang sekitar 10 persen dari biasa," kata Adek lewat sambungan telepon seluler, Rabu (13/2/2019).

Ditanya apakah ada penambahan jumlah armada, Adek mengaku tidak ada dilakukan penambahan armada. Karena untuk bus reguler isi sheet 36 yang berangkat 36, biasanya ada penambahan 10 orang dari biasanya. Sedangkan untuk sheet 40, ada kenaikan sekitar 15 penumpang setiap keberangkatan.

Adek menjelaskan bahwa tidak ada penambahan jumlah armada. Penumpang angkutan darat yang selama ini sering kosong menjadi bertambah, untuk bus ekonomi dan toilet. Walau begitu, tidak ada kenaikan yang begitu signifikan untuk tujuan Jakarta sampai Jawa Timur.

"Sehari lebih kurang 38 unit armada bisa berangkat secara keseluruhan. Bukan hanya yang rute menyebrang, tapi juga termasuk rute Sumatera. Rute Jawa biasa perharinya berangkat sekitar 15 unit armada," urainya.

Lebih lanjut, Ade menilai berkurangnya jumlah pengguna pesawat dan beralih menggunakan moda transportasi darat dan laut, mungkin bukan pengaruh tarif. Melainkan faktor ekonomi yang sedang bergejolak.

"Penurunan jumlah penumpang pesawat, bisa saja pengaruh menjelang pesta demokrasi pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan," jelas Adek.

Harga tiket memang sangat berpengaruh. Jumlah penumpang menurun drastis. Di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, penurunan penumpang dan traffic penerbangan begitu signifikan.

Penurunan penumpang mencapai 20 persen. Sedangkan dari sisi penerbangan ada penurunan 23 persen di bulan yang sama tahun sebelumnya (Month to month). Itu terjadi pada penerbangan domestik.

Lewat data yang dihimpun, per Januari 2019 Kualanamu mengalami penurunan penumpang sebanyak 189.762 dibanding periode yang sama.

Dari sisi penerbangan jumlahnya mencapai 1.734 penerbangan. Selain itu, ada 1.904 penerbangan yang dilakukan pembatalan.

Padahal, biasanya ada 230 penerbangan dari Kualanamu. Namun, semenjak harga tiket melambung tinggi, hanya ada 172 penerbangan per hari dari bandara KNO internasional tersebut.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved