Kejari Medan Terima SPDP Oharda Sebanyak 1.387 Kasus

Parada Situmorang mengatakan bahwa dari laporan Oharda, yang paling banyak di terima adalah perkara pasal 365 yaitu kasus pencurian dengan kekerasan.

Kejari Medan Terima SPDP Oharda Sebanyak 1.387 Kasus
Tribun Medan / doc
Kantor Kejari Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Selama 2018, Kejaksaan Negeri Medan menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap kasus Orang, Harta, dan Benda (Oharda) sebanyak 1.387 SPDP.

Berkas yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan mencapai sebanyak 980 berkas.

Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Medan, Parada Situmorang mengatakan bahwa dari laporan Oharda, yang paling banyak di terima adalah perkara pasal 365 yaitu kasus pencurian dengan kekerasan.

"Sepanjang 2018 itu, laporan yang paling banyak kita terima adalah perkara begal. Hingga Desember 2018, SPDP kita terima ada 121 SPDP. Dan berkas yang dilimpahkan ke PN ada 109 berkas," kata Parada, Rabu (13/2/2019)

Lebih lanjut, untuk Keamanan, Ketertiban Masyarakat (KTM) Kejaksaan Negeri Medan menerima sebanyak 211 SPDP untuk Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) sebanyak 358 SPDP, dan untuk khusus Narkotika sebanyak 838 SPDP.

"Untuk berkas yang telah dilimpahkan ke PN Medan seperti KTM ada 126 berkas, untuk TPUL ada 482 berkas dan untuk khusus Narkotika ada 641 berkas," jelas Parada.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved