Viral Medsos

Polres Taput Klarifikasi Postingan Sabrina Bakkara, Viral Terkait Kasus yang Menimpa Ayah dan Ibunya

Polres Taput memberikan klarifikasi terkait viralnya postingan akun Facebook atas nama Sabrina Bakkara

Polres Taput Klarifikasi Postingan Sabrina Bakkara, Viral Terkait Kasus yang Menimpa Ayah dan Ibunya
Facebook/Dok.Sabrina Bakkara
Foto seorang ayah dan ibu ditangkap dan dipaksa oknum Polisi masuk ke mobil 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pihak Polres Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara memberikan klarifikasi terkait viralnya postingan akun Facebook atas nama Sabrina Bakkara, Rabu (13/2/2019).

Klarifikasi tersebut disampaikan akun Facebook atas nama Juanda Sentosa Sentosa pada Kamis (14/2/2019) sore.

Menilik dari profilnya, Juanda Sentosa Sentosa bertugas di Polres Taput sebagai Opr Humas Polres Taput.

Ia memosting klarifikasi terkait postingan akun Facebook Sabrina Bakkara terkait kasus dugaan penganiayaan hingga vonis bersalah  yang dialami oleh kedua orangtuanya yang dilatarbelakangi dugaan kasus pencurian.

Berikut unggahan Juanda Sentosa Sentosa yang dikutip Tribun-Medan.com dari laman facebooknya, Kamis (14/2/2018) malam: 

"Kronologis kasus kekerasan terhadap anak
Telah terjadi penganiayaan terhadap anak pada hari senin tanggal 16 april 2018 sekira pukul 20.00 wib di desa simatupang kec. Muara kab. Taput an. Korban ROGER M. SIAHAAN, laki-laki, umur 14 tahun, pekerjaan pelajar SD, Alamat Desa Simatupang Kec. Muara yang dilakukan oleh KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA dengan cara pelaku pada hari senin tanggal 16 april 2018 sekira pukul 20.00 wib KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA datang kerumah korban ROGER M. SIAHAAN dan SABRINA BAKARA menanyakan kepada korban ROGER M. SIAHAAN "kau mencuri uang saya hari rabu kemarin" dan ROGER M. SIAHAAN menjawab "tidak ada saya ambil" kemudian KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA langsung menganiaya korban dibawa umur yang bernama ROGER M. SIAHAAN yang mengakibatkan korban mengalami luka bengkak dan memar di pinggang sebelah kiri, luka memar dan bengkak dipinggang sebelah kanan, luka memar dilengan sebelah kanan korban dan bibir korban menjadi bengkak dimana sebelum kejadian penganiayaan terhadap anak tersebut pada hari senin tanggal 16 april 2018 sekira pukul 16.00 wib NURHAYATI SIHOMBING ada melihat ROGER M. SIAHAAN sedang berada di kolong rumah NURHAYATI SIHOMBING dan menyangka ROGER M.SIAHAAN telah mencuri dirumahnya dan tuduhan pencurian an. ROGER SIAHAAN tidak pernah dilaporkan kepolsek muara Dan menurut keterangan saksi HOTMIAN OMPUSUNGGU, MARTA LENA SIAHAAN dan JIMMI TOGATOROP melihat secara langsung kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA. dan proses penyidikan dilakukan dan mengirim berkas perkara ke JPU dan telah memenuhi unsur dan berkas perkara tersebut Sudah lengkap dan untuk penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU anggota polsek muara mengirimkan surat panggilan pertama kepada tersangka KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA namun tidak dihadiri kemudian mengirimkan surat panggilan kedua terhadap tersangka KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING, dan SABRINA BAKARA namun tidak dihadiri juga sehingga pihak polsek muara melakukan upaya paksa di dampingi oleh kepala desa simatupang an. BONTOR SIANTURI dan perangkat desa an. MANIOP SIANTURI terhadap Tersangka KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA untuk diserahkan ke JPU dan pada Selasa tanggal 5 juni 2018 pukul 11.00 wib tersangka KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA tidak mau diajak secara baik-baik dan juga camat muara RICHAND SITUMORANG menbujuk agar mengikuti proses hukum dan tidak dihiraukan sehingga dilakukan upaya paksa dan tersangka merontah mau dimasukkan kemobil dan NURHAYATI SIHOMBING menggigit tangan dan mencakar pinggang sebelah kanan anggota polsek muara an. Alinton Nainggolan dan menggigit tangan anggota polsek muara an. Peri Samosir.

Intinya : Ketiga Orang tersebut ( KIRIP BAKARA, NURHAYATI SIHOMBING dan SABRINA BAKARA ) adalah tersangka penganiayaan, selama proses penyidikan tidak dilakukan penahanan karena ancaman dibawah 5 Tahun.

Mengingat berkas sudah dinyatakan P21, para tersangka akan di serahkan ke JPU (Tahap II) tetapi para TSK melakukan perlawanan dengan menggigit petugas Polri, sehingga petugas Polri berupaya melepaskan gigitan tersebut.

Mata nurhayati sihombing lebam akibat kena tangan dari kirip bakara yang berusa menahan/memegang kirip bakara dari belakang sehingga siku tangan kanan kirip bakara mengenai mata nurhayati sihombing. #Bijak dalam Bermedia."

Berbanding terbalik dengan pengakuan Sabrina Bakkara

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved