Kelompok Pecinta Danau Toba Protes Truk Pakan Ikan Over Tonase yang Terlalu Bebas Melintas

Ingot menerangkan akibat truk container bermuatan puluhan ton, memicu badan jalan di Kota Parapat mengalami kerusakan.

Tayang:
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Truk-truk pakan ikan PT Aquafarm Nusantara usai keluar masuk ke Pelabuhan Ajibata. 

TRIBUN-MEDAN.COM, AJIBATA- Meski sudah ada perjanjian dengan Muapika, juga warga Parapat, truk container Fuso pengangkut pakan ikan tetap saja bebas masuk ke Terminal Ajibata hingga Jumat (15/2/2019).

Padahal, menurut Warga Parapat, Remember Manik, sudah pernah ada kesepakatan antara Warga, Dinas Perhubungan, Muspika dan manajemen PT Aquafarm Nusantara agar sudah ada kesepakatan antar warha dan Muspika, termasuk Dishub tidak memperbolehkan lagi truk pengangkut pelet milik maupun mitra PT Aquafarm di atas kendaraan roda enam masuk ke Ajibata, Tobasa.

"Sudah pernah dulu ada perjanjian, tetapi tidak diindahkan," ujar Remember.

Kata Ingot, truk-truk itu masuk ke Gudang Pakan di Ajibata untuk aktifitas bongkar. Biasanya, Truk-truk tersebut masuk pada Malam hari.

Ingot menerangkan akibat truk container bermuatan puluhan ton, memicu badan jalan di Kota Parapat mengalami kerusakan. Pengguna jalan juga terganggu akibat body truk yang lebar dan panjang.

Seperti pantauan Tribun, truk-truk Fuso tersebut lebih dari 6 roda. Sementara jalan yang di lalui tjuga semit dan tidak sesuai daya dukung badan jalan yakni lebih dari 6 sumbu.

Menurut Ingot, beberapa hari sempat memang kesepakatan diindahkan dengan cara melansir pakan dari Terminal Parapat, dengan menggunakan truk coltdiesel 6 roda. Namun, hal itu tidak berlangsung lama dan Truk Container PT Aquafarm Nusantara lebih dari 6 roda kembali masuk ke Terminal Ajibata.

"Mereka Manejemen (PT Aquafam Nusantara) tidak mengindahkan Muspika itu hingga hari ini",tambah Remember.

Karenanya, Remember bersama rekannya sesama Aktivis Pecinta Lingkungan Danau Toba Parapat mendatangi kantor Camat Girsang Sipangan Bolon Simalungun untuk mempertanyakan komitmen Uspika Girsang Sipangan Bolon terkait persoalan tersebut pada Rabu 13 February 2019 lalu.

Pertemuan terebut berlangsung di Aula Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dihadiri Sekretaris Camat Donni Sinaga, Lurah Tigaraja Viktor Sijabat, Perwakilan Danramil 11/Parapat Serka RT Sinaga. Remember mempertanyakan komitmen Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Girsang Sipangan Bolon, terhadap permintaan masyarakat untuk memberhentikan truk container pengangkut pakan ikan over tonase yang dianggap menggangu keamanan masyarakat.

"Jalan Josep sinaga sebenarnya sebagai jalan kelas berapa. Kenapa selalu dibiarkan truk bermuatan di atas 20 ton melintas," tanya Remember.

Sementara perwakilan supir angkot yanghadir, J Situmorang mengaku kewalahan tiap kali melintas bersamaan.

"Apalagi kalau pas keluar dari Terminal Ajibata, kalau bersamaan kita khawatir. Soalnya, hampir seluruh badan jalan tertutupi, dan kita takut bagaimana kalau tiba-tiba truk mereka putus rem, apalagi saat menanjak. Kita bisa bahaya di belakangnya," sebut Situmorang.

Donni Silalahi, Sekcam Girsang Sipangan Bolon menyampaikan dirinya tidak dapat memberikan keputusan. Namun, dia mengtakan akan menampung segala keluhan yamg disampaikan warga, lalu sampaikannya ke Pimpinannya.

"Saya akan sampaikan semuanya kepada pimpinan," ujarnya.

(jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved