Kapolsek Medan Area Bantah Ada Pelanggaran Prosedur Soal Penangkapan Lesmana

Kapolsek Medan Area Kompol Kris Sianturi langsung mengumpulkan wartawan untuk mengklarifikasi masalah

Kapolsek Medan Area Bantah Ada Pelanggaran Prosedur Soal Penangkapan Lesmana
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Lesmana Hutapea (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor LBH Medan, Sabtu (16/2/2019). Dalam keterangannya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengatakan adanya pelanggaran prosedur yang dilakukan Polsek Medan Area atas penahanan kliennya Lesmana Hutapea. 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Kapolsek Medan Area Kompol Kris Sianturi langsung mengumpulkan wartawan untuk mengklarifikasi masalah tudingan dari LBH Medan yang menyatakan pihak Polsek Medan Area melakukan penangkapan tidak sesuai prosedur.

"Penangkapan Lesmana sudah sesuai prosedur. Tidak mungkin kita menangkap seseorang tidak menggunakan prosedur," katanya saat dijumpai di ruang serbaguna Polsek Medan Area, Sabtu (16/2/2019).

Ia menceritakan, pihaknya menerima laporan pada Kamis (3/5/2018) dengan pelapor atas nama Agusni (23) warga Laudendang, Gang Musyawarah.

Dalam laporan tersebut, sambung pria dengan melati satu dipundaknya ini, Agusni dianiaya sama Lesmana dan teman-temannya di Jalan Wahidin.

"Setelah dianiaya, korban langsung membuat laporan ke Polsek Medan Area,"katanya seraya menyatakan selain Agusni, Mawirsah juga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan Lesmana.

"Kita menangkap Lesmana karena alat bukti dan saksi sudah cukup menguatkan. Itu kita lakukan karena kita takut yang bersangkutan (Lesmana) akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,"katanya.

Ia mengaku sudah memeriksa dua saksi atas nama Mhd Irfan Siddik dan Sahril. 

"Mereka berdua ini melihat secara jelas kalau Lesmana memukul Agusni dan Mawirsah dengan menggunakan helm merah,"terangnya.

Alhasil kedua korban mengalami luka di bagian tengkuk, Kepala dan Dahi serta mengeluarkan darah.

Setelah itu, petugas Polsek Medan Area berhasil mengamankan Lesmana pada bulan November 2018 dan langsung ditahan di Polsek Medan Area.

Mengenai dugaan dari pihak LBH Medan yang menyatakan kalau Polsek Medan Area melakukan penangkapan dan penahanan tidak menggunakan surat, orang nomor satu di Polsek Medan Area ini mengatakan itu tidak benar.

"Semua surat ada, baik itu penangkapan ataupun penahanan. Surat penangkapan untuk Lesmana memang sudah kita buat. Tapi, saat kita menangkap yang bersangkutan, kebetulan surat penangkapan itu tidak dibawa. Kan tidak mungkin begitu kita melihat tersangka, kita harus balik ke kantor lagi untuk mengambil surat penangkapan dan menangkapnya. Ya pasti, kabur lagi lah tersangkanya. Untuk surat penahanan, kita juga sudah buat dan sudah kita tunjukkan kepada pihak keluarga,"terangnya.

Ditanya mengenai pihak Polsek Medan Area dalam hal ini pengacara prodeo langsung membuat pernyataan kepada Lesmana untuk mencabut kuasa hukumnya dan Prapidnya biar dia (Lesmana) dibebaskan, orang nomor satu di Polsek Medan Area menyatakan itu tidak benar.

"Tidak ada kita membuat pernyataan seperti itu. Kita sudah melakukan penangkapan sesuai prosedur. Jadi kalau mereka mau Prapid, silakan. Kita siap,"paparnya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved