Prof Sahat Siagian Berprinsip Organisasi Perlu Untuk Pengembangan Diri, Tapi Kuliah Nomor Satu

Dahulu saat muda, Prof Sahat Siagian pernah merasakan pahitnya terhimpit ekonomi. Orangtuanya bukan orang mampu.

Prof Sahat Siagian Berprinsip Organisasi Perlu Untuk Pengembangan Diri, Tapi Kuliah Nomor Satu
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Prof Sahat Siagian 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dahulu saat muda, Prof Sahat Siagian pernah merasakan pahitnya terhimpit ekonomi. Orangtuanya bukan orang mampu. 

Ayahnya tak punya pekerjaan tetap, sedangkan ibunya cuma pedagang.

Kondisi itu membuat Sahat muda bertekad membalikkan keadaan. Jalan yang ia tempuh bukanlah dengan menyambi bekerja mencari tambahan uang, melainkan dengan tekun belajar.

Ia yakin lewat pendidikan ia bisa menaikkan derajat orangtuanya.

"Saya meyakini dengan pendidikan kita bisa memperbaiki kesejahteraan," ungkap Prof Sahat Siagian saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/2/2019).

Kini kehidupan Sahat terbilang jauh lebih sejahtera ketimbang orangtuanya. Selain menjadi Guru Besar Fakultas Teknik Unimed, saat ini ia dipercayakan mengemban jabatan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unimed.

"Awalnya karena orangtua saya ekonominya sulit, makanya saya berusaha ambil kuliah. Hanya tahun pertama kuliah saya dibiayai orangtua. Mulai tahun kedua hingga tamat S-1, saya terus dapat beasiswa," ungkap suami R br Hutasoit ini lagi.

Pria kelahiran Pematangsiantar, 58 tahun silam ini menuturkan, dirinya mendapat beasiswa semenjak masih SMK jurusan Elektronika.

Begitu tamat SMK, ia memutuskan melanjut ke Unimed (dahulu IKIP Medan) tahun 1981 pada jurusan Teknik Elektro. Ia masuk lewat jalur Perintis.

Setamat sarjana, Sahat kemudian melamar menjadi dosen PNS (kini ASN) dan berhasil masuk pada tahun 1987.

Halaman
123
Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved