Pesangon Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Ini Ancaman Disnaker Sumut Kepada RS Sari Mutiara

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara mengirim surat peringatan kepada Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara

Pesangon Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Ini Ancaman Disnaker Sumut Kepada RS Sari Mutiara
sari-mutiara.ac.id|
RSU Sari Mutiara 

TRIBUN MEDAN.COM - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara mengirim surat peringatan kepada Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara, Jalan Kapten Muslim, Kota Medan, terkait sisa pembayaran gaji dan pesangon akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak belum dibayarkan.

Beberapa waktu lalu, tiga karyawan RS Sari Mutiara mengadu pada Ketua Komisi D, DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan meminta dukungan untuk membantu menyelesaikan masalahan ini.

Setelah diberitakan Tribun Medan, akhirnya pihak perusahaan menyelesaikan pembayaran dengan dua dari tiga mantan karyawannya. 

Tetapi pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar di Komisi E, pihak rumah sakit memilih tidak hadir, hanya perwakilan yang datang.

Pada RDP ini, dikethaui masih ada puluhan karyawan yang belum menerima tuntutan mereka.

Kepala Disnaker Provinsi Sumut, Harianto Butarbutar mengatakan, sudah mengirimkan surat peringatan kepada pihak RS Sari Mutiara untuk dapat menyelesaikan masalah tunggakan gaji dan pesangon atas PHK yang telah dilakukan.

"Kita udah buat surat untuk memperingati mereka, tapi belum ada sikap dari mereka," kata dia, Minggu (16/2/2019).

Harianto mengatakan, bahwa RS Sari Mutiara masih enggan menanggapi surat yang dilampirkan oleh Disnaker. Menurutnya, pihak rumah sakit tidak menghiraukan peraturan dari Disnaker.

"Gak ada jalan titik temunya. Sudah disurati," ucapnya.

Apabila surat tersebut tidak mendapatkan respon dari pihak rumah sakit, Disnaker Sumut akan membawa persoalan ini hingga ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Dirinya juga mengaku masih menunggu sampai saat ini apa keputusan dari perusaahan milik Anggota DPD RI, Parlindungan Purba.

"Kita menunggu lah dulu dari rumah sakit. Kalau gak ada tindakan, kita akan melanjutkan ke pengadilan, biar pengadilan yang akan mengutuskan. Kita menunggu dari pihak yayasan untuk selanjutnya," ucapnya.

(Cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved