Mahasiswa UISU Aksi Bakar Ban, Protes Berbagai Konflik yang Terjadi pada Yayasan

Ari mengatakan aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai konflik yang terjadi di yayasan UISU, hingga mengorbankan para mahasiswa.

Mahasiswa UISU Aksi Bakar Ban,  Protes Berbagai Konflik yang Terjadi pada Yayasan
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Suasana mahasiswa UISU saat aksi bakar ban, protes konflik yang terjadi di yayasan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa UISU (Somasu) melakukan aksi bakar ban di depan kampus, sebagai bentuk protes terhadap konflik yang kembali bergejolak di yayasan UISU tersebut.

Wakil Ketua Presma UISU, Ari mengatakan aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai konflik yang terjadi di yayasan UISU, hingga mengorbankan para mahasiswa. Bahkan sampai dengan kondisi normatif seperti halnya kenaikan uang kuliah yang hampir 20 persen pertahun.

Kemudian, tidak tersentralnya uang pembangunan terhadap kebutuhan mahasiswa dan adanya pungutan biaya praktek ujian, klinis, pengabdian terhadap masyarakat.

Saat ini kenaikan biaya wisuda semakin menjadi-jadi. Apalagi tidak diberinya kebebasan mahasiswa untuk berorganisasi di kampus, serta dibatasinya ruang beraspirasi di kampus.

Minimnya fasilitas di berbagai ruangan belajar di fakultas dan tidak transparansinya birokrasi UISU terhadap pengelolaan keuangan kampus.

"Aksi kita ini untuk menuntut permasalahan yayasan segera diselesaikan. Yang selama ini belum jelas pengurusan. Jangan buat kami mahasiswa menjadi tidak jelas nantinya," kata Ari, Senin (18/2/2019).

Ia menambahkan, dalam aksi tadi ada sedikit gejolak yang terjadi dengan pihak pengamanan. Karena mahasiswa dilarang untuk bakar ban. Padahal ini kebebasan kami para mahasiswa untuk berekspresi.

"Kami takutkan dampak kalau pengurus bermasalah seperti ini, mahasiswa akan terkendala untuk wisuda dan legalitas ijazah serta akreditasi bisa menurun," ujarnya.

"Pokoknya, tuntutan kita yayasan segera selesaikan pengurusan. Kami tidak akan tinggal diam, kalau tuntutan kita tidak dipenuhi mungkin kita akan melakukan aksi lanjutan kalau perlu kampus disegel," tegas Ari.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved