Proses Penyelidikan Kasus Korupsi di Tiga SKPD Pemko Siantar oleh Polres Siantar

Polres Siantar telah melakukan penyelidikan dugaan korupsi di tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) selama satu bulan.

Proses Penyelidikan Kasus Korupsi di Tiga SKPD Pemko Siantar oleh Polres Siantar
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu (tengah) dan Kasat Reskrim AKP Demak Ompusunggu (kemeja putih) saat menggelar konfrensi pers, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Polres Siantar telah melakukan penyelidikan dugaan korupsi di tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) selama satu bulan. 

Tiga SKPD Pemko Siantar tersebut yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Dinas Kesehatan. 

Namun, selama sebulan penyelidikan, Polres Siantar belum mengungkapkan perkembangan kasus dugaan korupsi tersebut.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) AKP Demak Ompusunggu saat ditemui di Mapolres Siantar enggan memberikan jawaban. 

Ia mengatakan untuk keterangan kasus ditanya kepada Kasubag Humas. Padahal, Kasubag Humas Polres Siantar Iptu Resbon Gultom tidak tahu tentang perkembangan kasus tersebut.

"Kita kan ada humas. Kita satu corong semua. Tanya ke Humas,"ujarnya sembari masuk ke dalam ruangan, Senin (18/2/2019).

Sebelumnya pada hari yang sama, AKP Demak saat dihubungi via seluler mengatakan tengah kordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumut. 

Saat disinggung apakah itu untuk mengetahui jumlah kerugian negara, AKP Demak mengatakan jangan menafsir yang lain. Katanya, kordinasi dengan BPK untuk fungsi penyelidikan.

"Masih penyelidikan itu. Masih kordinasi ke BPK. Masih penyelidikan, itu saja. Fungsi penyelidikan itu. Bahannya belum jelas. Jangan kalian menafsir yang lain,"katanya.

Seperti diketahui, Polres Siantar memanggil tiga Kepala Dinas Pemko Siantar yakni Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Zainal Siahaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jonson Tambunan, dan Kepala Dinas Kesehatan dr Ronal Saragih.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved