Kepala Sekolah Ingatkan Siswanya: Lulus SNMPTN tak Boleh Lagi Ikut SBMPTN

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan Buang Agus mengatakan pihaknya sudah menginformasikan kepada para siswa terkait peraturan tersebut.

Kepala Sekolah Ingatkan Siswanya: Lulus SNMPTN tak Boleh Lagi Ikut SBMPTN
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Siswa-siswi SMA 3 Medan saat mengikuti kegiatan dari sekolah, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Aturan Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) untuk Tahun 2019 sudah sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pada SNMPTN tahun ini bagi Peserta yang sudah dinyatakan lulus SNMPTN otomatis tak akan bisa lagi mendaftar pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Oleh karenanya siswa diimbau untuk tidak asal memilih jurusan dan kampus, agar nantinya tidak menyesal apabila ternyata lulus.

Kepada Tribun Medan, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan Buang Agus mengatakan pihaknya sudah menginformasikan kepada para siswa terkait peraturan tersebut.

Dia mengatakan dari total seluruh siswa kelas tiga SMAN 2 Medan, sebanyak 40% saat ini telah mendaftar SNMPTN dan tengah menunggu pengumuman hasil snmptn tersebut yang rencananya akan diumumkan pada 23 Maret mendatang.

"Yang ikut masuk verifikasi itu 40% dari total siswa kelas XII. Tahun lalu 50% karena berlaku secara nasional. Total siswa SMAN 2 Medan 652, dari situ sekitar dua ratusan. Seluruh siswa kita kirimkan (berkas Pangkalan Data Sekolah dan Siswa/PDSS), yang menentukan 40% mereka (panitia), kita tidak ada kewenangan menentukan. Kalau Ada namanya berarti dia ikut mendaftar SNMPTN, yang mendaftar itu (40%) kan belum tentu lulus," ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa petang (20/2/2019).

Tak jauh beda dengan SMAN 2 Medan, Kepala SMA Budi Murni 1 Isti Bandarani juga mengungkapkan hal serupa.

Isti mengatakan dari total 176 siswa kelas XII SMA BM 1 Medan sebanyak 40% yang lolos ve­ri­fikasi berkas Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), sudah Melakukan pada pendaftaran SN­MPTN pada rentang tanggal 4 - 14 Februari 2019. Para siswa pun saat ini tengah menunggu pengumuman.

"Iya sekolah sudah mengingatkan karena kalau tidak nanti kuota untuk adiknya (junior) juga akan terganggu," terangnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Medan Elfi Sahara mengatakan di sekolah yang dipimpinnya itu juga mengalami bahwa sejumlah siswa yang lulus SNMPTN namun akhirnya tidak jadi mendaftar ulang di PTN yang lulus.

Namun menurut Elfi, tidak jadinya siswa mengambil PTN hasil lulus SNMPTN bukan hanya karena lulus di prodi yang lebih diminati di SBMPTN, tetapi juga karena lulus sekolah kedinasan seperti STAN.

"Bukan hanya SBMPTN, itu gak terlalu, justru yang banyak meninggalkan itu yang sudah masuk SNMPTN, dan nyoba kedinasan terutama yang STAN, itu pada ninggalin," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Elfi, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi pada para siswanya terkait adanya aturan baru SNMPTN dan SBMPTN tahun ini.

Namun menurutnya saat ini peraturan memang masih terkait SBMPTN saja dan belum terkait dengan sekolah kedinasan. Karena itu pihaknya juga tidak bisa secara langsung melarang bagi orang tua atau pun siswa yang nantinya lebih memilih hasil snmptn ataupun sekolah kedinasan.

"Oh Jelas (kita ingatkan) karena kita sudah dapat peringatan dari universitasnya salah satunya UGM. Sudah diingatkan dari sekolah, tapi kan tidak ada peringatan tegas dari yang kedinasannya itu, gitu lho syaratnya. Karena belum terlalu kuat (aturannya) ya pasti meninggalkanlah, secara logika lah, misalnya jadi orang tua anaknya ketrima di STAN, lebih menjanjikan, mana yang mau usulkan sama anak, pasti STAN kan, benar gak. Belum ada dipertegasnya itu," kata Elfi.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved