Terungkap Alasan Anggota Geng Motor Nekat Membegal Korban hingga Tewas dan Tawuran, tak Jera Dihukum

Terungkap Alasan Anggota Geng Motor Nekat Membegal Korban hingga Tewas dan Tawuran, tak Jera Dihukum

Kompas.com/Tatang Guritno
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Hengki Haryadi menunjukan salah satu barang bukti yang digunakan geng motor Jakarta Barat beraksi. 

Terungkap Alasan Anggota Geng Motor Nekat Membegal Korban hingga Tewas dan Tawuran, tak Jera Dihukum

TRIBUN-MEDAN.com - Polres Metro Jakarta Barat menangkap 61 anggota geng motor yang terlibat pencurian dan kekerasan pada Januari dan Februari 2019.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, sebanyak 61 pemuda ini berasal dari delapan geng motor yang ada di Jakarta Barat.

"Kami berhasil menangkap 61 tersangka, dari delapan geng motor yang terlibat dalam dua kasus. Pertama, Tambora 20 Januari, dan Tanjung Duren pada 5 Februari," ujar Hengki pada konfrensi pers, Selasa ( 19/2/2019).

Diketahui pada Minggu (20/1/2019), terjadi tawuran antara kedua kelompok yang menewaskan satu orang bernama Adam (15) di Jalan Tanah Sereal Raya, Tambora, Jakarta Barat.

Kemudian Selasa (5/2/2019) dini hari, terjadi pencurian dan kekerasan di Jalan Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat yang menewaskan Ahmad Al Fandri (23).

Dari ke-61 tersangka tersebut, 25 di antaranya adalah anak di bawah umur.

Hengki menyebutkan bahwa tindakan hukum dari kepolisian kerap kali tidak membawa efek jera.

"Dari hasil penyelidikan, beberapa tersangka di bawah umur ini sudah pernah tertangkap polisi. Tapi mengulangi kesalahannya lagi," ujarnya.

Tidak adanya efek jera disebabkan karena para tersangka di bawah umur jika sudah pernah tertangkap, justru mendapatkan peran lebih dalam geng motor.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved