Tim Dokter Ragunan Nyatakan Medan Zoo Layak Untuk Orangutan
Kondisi Taman Margasatwa Medan Zoo dinyatakan layak untuk memelihara dan mengembangkanbiakkan orangutan.
Penulis: Liska Rahayu |
TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Kondisi Taman Margasatwa Medan Zoo dinyatakan layak untuk memelihara dan mengembangkanbiakkan orangutan.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Tim Dokter Ragunan Syafri Edwar yang turut mendampingi sepasang Orangutan Kalimantan Hamidah dan Diimbah yang didatangkan dari Ragunan ke Medan Zoo, Rabu (20/2/2019).
Ia menjelaskan, dalam kerjasama pertukaran satwa yang dilakukan, tentunya Ragunan tak serta merta menukarkan orangutan ke kebun binatang lain. Perlu adanya survey tempat apakah layak atau tidak.
"Jadi sebelumnya, tim kita sudah survey di sini. Di saat kita menilai ini memang sudah layak, baru kita kirim satwanya ke sini. Jadi kondisinya menurut kami sudah layak dan sudah mirip dengan yang ada di Ragunan," ucap Syafri.
Dijelaskannya, tidak masalah jika kandang orangutan tidak memiliki pohon, yang penting ada tempat perlindungan atau berteduhnya.
"Ada tempat perlindungan satwanya, kemudian kandang tidurnya nyaman, itu juga sudah hampir kita sama kan dengan yang di Ragunan."
"Kalau makanan, kita berbagi informasi makanan yang ada di Ragunan. Kita sampaikan pada tim di sini. Jadi walaupun gak ada pohon gak apa-apa. Yang penting dia ada tempat peneduhnya, kemudian tempat bersarang," jelasnya.
Direktur Utama PD Pembangunan Kota Medan Putrama Alkhairi mengatakan, Medan Zoo saat ini memiliki banyak harimau hasil dari pengembangbiakan.
Karena itu, Medan Zoo siap mengembangbiakkan orangutan seperti yang dilakukan terhadap harimau.
Saat ini saja memiliki 14 ekor harimau. Dengan rincian 9 ekor harimau Sumatera dan 5 ekor Harimau Benggala.
"Kondisi kandang ini kan sudah banyak pohon. Insya Allah kami akan berbuat sama dengan harimau. Kita minta juga dukungan dari pencinta hewan," jelasnya.
Untuk diketahui, Medan Zoo sudah lama tidak memiliki orangutan.
Terakhir kali Medan Zoo mendapatkan titipan orangutan bernama Pongky.
Setelah dua tahun berada di Medan Zoo, Pongky dilepasliarkan pada 2016 dalam keadaan satu matanya buta.
Menanggapi hal ini, Putrama hanya menjawab bahwa Pongky adalah satwa titipan.
"Kondisi Pongky itu titipan, makanya banyak LSM yang melepasliarkan. Kalau hewan saat ini kan sesama dari kebun binatang. Kalau yang itu kita gak tau itu hasil tangkapan. Insya Allah kami akan berbuat sama kan dengan harimau," pungkas Putrama.
(Cr5/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pertukaran-satwa-kebun-binatang-2.jpg)