Begini Pandangan Politik Sakhyan Asmara terkait Reposisi Tengku Erry Nuradi di Partai NasDem

Menurut Sakhyan, menjelang berlangsungnya pemilu legislatif dan pemilu serentak, seharusnya partai politik tidak bermanuver.

Begini Pandangan Politik Sakhyan Asmara terkait Reposisi Tengku Erry Nuradi di Partai NasDem
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Sumut Tengku Erry Nuradi saat konferensi pers. Erry menjelaskan pengunduran diri dari Ketua DPW atas kehendaknya sendiri. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Sumut, Tengku Erry Nuradi resmi didaulat menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem dengan Surat Keputusan nomor 016/SK/DPO-Nasdem/II/2029.

Langkah tersebut menimbulkan tanda tanya besar sejumlah kalangan, tak terkecuali Pengamat Politik dari Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) USU, Sakhyan Asmara.

Menurut Sakhyan, menjelang berlangsungnya pemilu legislatif dan pemilu serentak, seharusnya partai politik tidak bermanuver yang dapat menimbulkan citra buruk di hadapan para konstituen.

Sakhyan menilai, adanya perlakuan yang tak seharusnya, yang dialami oleh Tengku Erry Nuradi sebagai tokoh Sumatera Utara.

"Kita masih ingat kejadian di Pilgub kemarin, beliau (Erry Nuradi) tidak didukung oleh partainya sendiri padahal ia masih menjabat petahana. Namun dengan jiwa yang besar ia memberikan mandat dan dukungan kepada kandidat lain. Kejadian pergantian ini ibaratnya ia dipalu godam dua kali," ujar Sakhyan kepada tribun-medan.com, Kamis (21/2/2019).

Menurut Sakhyan, secara struktural Ketua Dewan Pertimbangan memang berada di atas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Namun, secara kewenangan, Dewan Pertimbangan hanya dapat membuat imbauan maupun kebijakan saja.

"Sedangkan DPW itu memiliki wewenang pembuat keputusan. Di surat tidak ada tandatangan Ketua Dewan Pertimbangan, yang ada Ketua DPW dan Sekretaris. DPW yang memiliki kewenangan sesungguhnya," ujarnya.

Sakhyan menilai menjadi Ketua Dewan Pertimbangan, kewenangan Erry dipersempit.

"Namun menurut saya bila ini keputusan Partai Nasdem kita mesti menghargainya. Tapi saya masih yakin, ada sebab dari proses pergantian ini dan tidak diumbar kepada masyarakat luas," ungkapnya.

Menurut Sakhyan langkah partai dengan nomor urut lima itu berpotensi menimbulkan sejumlah pertanyaan bagi para pemilih.

Halaman
1234
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved