Dituntut 12 Tahun, Bondan Tertunduk di Persidangan

Tuntutan 18 tahun penjara tampaknya cukup membuat Bondan Ismail tertunduk saat menjalani sidang di ruang Cakra

Dituntut 12 Tahun, Bondan Tertunduk di Persidangan
net
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tuntutan 18 tahun penjara tampaknya cukup membuat Bondan Ismail tertunduk saat menjalani sidang di ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Kamis (21/2/2019). Tuntutan tersebut disematkan, mengingat pemuda 28 tahun tersebut nekat jadi perantara narkotika jenis sabu seberat 5kg.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jacky Situmorang dalam tuntutannya menjerat terdakwa dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini agar menghukum terdakwa dengan pidana 18 tahun penjara," pinta JPU kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Masrul MH.

Selain pidana penjara, JPU juga membebankan denda kepada terdakwa sebesar Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan. Atas tuntutan yang dijatuhkan tersebut, terdakwa akan menyusun nota pembelaan yang akan dibacakan persidangan pekan mendatang.

"Baiklah, persidangan kita tunda dan akan dilanjutkan minggu depan," ucap hakim Masrul menutup sidang.

JPU dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa Bondan, sebelumnya dikenal masyarakat sering melakukan transaksi narkoba di lingkungan rumahnya. Kasus tersebut bermula saat ia dihubungi seseorang yang mengaku akan memberikannya narkotika jenis sabu seberat 5 kg.

"Terdakwa dan seorang laki-laki (buron) tersebut sepakat untuk bertemu di depan pusat perbelanjaan Carrefour Jl. Gatot Subroto, Medan, setelah sepakat lalu terdakwa pergi masuk Carrefour," ujar JPU.

Kemudian, laki-laki itu memberikan satu koper kepada terdakwa yang di dalamnya berisikan narkotika jenis sabu sebanyak lima plastik masing-masing seberat 5 kg. 

Setelah menerima koper tersebut, terdakwa pulang ke rumahnya di Jalan Rajawali, Medan. Sesampai di rumah, sabu itu disimpan terdakwa di dalam kamar di sebelah tempat tidurnya.

Namun naas, tidak lama berselang petugas Polisi ternyata sudah membuntuti terdakwa hingga ke rumahnya..

"Pada 9 Juli 2018, Sekira pukul 20.00, ketika terdakwa hendak ke luar dari rumah, datang petugas Kepolisian dari Sat Res Narkoba Polrestabes Medan melakukan pengeledahan. saat itu petugas menyita barang bukti satu koper yang di dalamnya berisikan lima bungkus plastik narkotika jenis sabu masing-masing seberat 1 Kilogram dan satu unit handphone," urai JPU.

Atas penangkapan itu, Polisi kemudian menginterogasi terdakwa. Dari pengakuannya, sabu itu benar miliknya yang diberikan salah seorang saat bertemu di Carrefour.

"Sabu itu akan diantarkan terdakwa kepada seseorang dengan dijanjikan upah sebesar Rp5 juta," ujar JPU.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved