Breaking News:

Polisi Amankan Pelaku 'Main Hakim' di Kampus Unimed, Stefan dan Joni Tewas usai Digebuki Massa

Amukan massa pun direkam oleh warga net dan mendapat respon yang cukup cepat sehingga video tersebut viral.

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa |
Screenshoot Facebook
Stefan Sihombing dan Joni Pernando Silalahi dihakimi massa di Kampus Unimed. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Warga sekitar kawasan Universitas Negeri Medan (Unimed) Jalan Williem Iskandar, Medan Estate dihebohkan dengan massa yang menganiaya dua pria hingga dikabarkan tewas di tempat pada Selasa (19/2/2019) lalu.

Amukan massa pun direkam oleh warga net dan mendapat respons yang cukup cepat sehingga video tersebut viral.

Pantauan Tribun Medan pada video tersebut, terlihat sejumlah warga dan beberapa oknum yang diduga petugas keamanan kampus turut serta melakukan penganiayaan.

Kedua pria yang menjadi korban penganiayaan berujung maut tersebut yakni, Stefan Sihombing (21) dan Jhony Fernando Silalahi (30).

Keduanya dikabarkan meninggal di tempat meski salah seorang dari korban sempat dirujuk ke RS terdekat, namun nyawanya enggan tertolong.

Baca: Ayah Stefan Tak Terima Anaknya Tewas Dikeroyok di Unimed: Kalau Bisa Nyawa Tukar Nyawa

Baca: Tewas Dikeroyok Satpam Unimed, Stefan Sihombing Ternyata Bercita-cita Jadi Tentara

Atas peristiwa main hakim sendiri, kedua pihak korban yang ditemui Tribun Medan secara terpisah telah membuat laporan kepada pihak kepolisian Polsek Percutseituan.

Seperti pengakuan Poltak Sihombing (62) yang merupakan pensiun Polisi dengan pangkat terakhir Aiptu, mengatakan bahwa dirinya tidak terima adas dugaan yang disangkakan kepada anaknya yakni Stefan Sihombing.

"Tidak betul itu anak saya dituduh mencuri kereta maupun helm. Anak saya itu anak baik-baik. Sebelum ke Unimed, anak ku itu minta uang kepada ku untuk berenang di sana. Setahu saya ia pergi dengan temannya naik sepeda motor. Untuk laporan atas penganiayaan anak saya sudah saya buat di Polsek Percutseituan," ucap pria yang menggunakan kedua tongkat untuk dapat berjalan, Kamis (21/2/2019).

Meski dengan kondisi mata berkaca-kaca, ia menceritakan kepada Tribun Medan tentang keseharian anak ketiga sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Baca: Joni dan Stefan Dianiaya hingga Tewas di Unimed, ternyata Tauke Bawang dan Anak Pensiunan Polisi

Baca: Poltak Sihombing Menangis saat Ceritakan Kematian Anaknya di Unimed karena Dituduh Mencuri Helm. .

"Anak saya ini memang senang mengganggu kakaknya, karena kalau ia di rumah. Suasana rumah jadi ramai. Ia terkenal anak yang baik di kampung ini, siapa yang tidak kenalnya kalau di lingkungan sini," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved