Heboh Bidan Desa Mengaku Diperkosa Kawanan Perampok, Kapolda Ungkap Keganjilan: Tak Ada Sperma

Heboh Bidan Desa Mengaku Diperkosa Kawanan Perampok, Kapolda Ungkap Keganjilan: Tak Ada Sperma

Heboh Bidan Desa Mengaku Diperkosa Kawanan Perampok, Kapolda Ungkap Keganjilan: Tak Ada Sperma
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
Heboh Bidan Desa Mengaku Diperkosa Kawanan Perampok, Kapolda Ungkap Keganjilan: Tak Ada Sperma. Bidan desa Y dirawat di ruang melati, ruang rawat kebidanan RS Bhayangkara, Rabu (20/2/2019). 

Heboh Bidan Desa Mengaku Diperkosa Kawanan Perampok, Kapolda Ungkap Keganjilan: Tak Ada Sperma

TRIBUN-MEDAN.com - Polda Sumatera Selatan menemukan keganjilan atas kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bidan inisial Y di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari hasil uji laboratorium forensik, petugas tidak menemukan adanya indikasi pemerkosaan terhadap Y.

Zulkarnain mengatakan, pihaknya tidak menemukan bercak sperma dari tubuh korban.

"Kami prihatin, dari labfor pengolahan secara ilmiah, kami lihat di badan korban apakah ada sperma, ternyata tidak ada sperma. Dengan demikian, hasil secara ilmiah kasus pemerkosaan itu tidak ada," kata Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Jumat (22/2/2019).

Zulkarnain mengatakan, kejanggalan lainnnya, penyidik tidak menemukan jejak kaki dari rumah tempat korban diduga diperkosa.

"Di depan rumah korban itu becek, tetapi sama sekali tidak ada jejak kaki selain korban. Keterangan dari korban kan ada lima orang, tetapi tidak ada jejak selain dari korban di rumah, di dinding-dinding atau tembok juga tidak ada. Padahal di depan itu becek, itu hasil olah TKP," ujarnya.

Kapolda Sumsel <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/irjen-pol-zulkarnain-adinegara' title='Irjen Pol Zulkarnain Adinegara'>Irjen Pol Zulkarnain Adinegara</a> saat memberikan keterangan terkait seorang bidan di Kabupaten Ogan Ilir yang mengaku menjadi korban <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/pemerkosaan' title='pemerkosaan'>pemerkosaan</a>, Jumat (22/2/2019).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan terkait seorang bidan di Kabupaten Ogan Ilir yang mengaku menjadi korban pemerkosaan, Jumat (22/2/2019).(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

Zulkarnain mengaku akan memaafkan bidan Y jika terbukti membuat laporan palsu atas kasus dugaan pemerkosaan.

"Kalau laporan palsu, kami memaafkan, depan rumahnya korban itu becek, setelah dicek TKP tidak ada tanda jejak kaki selain korban, begitu juga di dalam," kata Zulkarnain.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved