Pemko Pematangsiantar Ajukan 13 Nama ASN untuk Dipecat karena Diduga Terlibat Kasus Korupsi

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pematangsiantar mengajukan 13 nama PNS itu karena diduga pernah terlibat tindak pidana korupsi.

Pemko Pematangsiantar Ajukan 13 Nama ASN untuk Dipecat karena Diduga Terlibat Kasus Korupsi
Tribun Medan /Tommy Simatupang
Sekretaris BKD Kota Pematangsiantar Jan Purba saat ditemui di kantornya, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Pascamemecat 12 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pernah terlibat kasus korupsi dan tidak disiplin, Pemko Siantar kembali mengantarkan 13 nama PNS ke Pengadilan Negeri (PN).

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pematangsiantar mengajukan 13 nama PNS itu karena diduga pernah terlibat tindak pidana korupsi.

Sekretaris BKD Siantar Jan Purba mengatakan masih menunggu konfirmasi dan data 13 nama PNS dari Pengadilan Negeri.

"Kami sudah sampaikan nama. Tunggu diputuskan dulu korupsi atau tidak. Terkait jabatan atau tidak,"ujarnya, Jumat (22/2/2019).

Jan mengatakan setelah mendapatkan data dari Pengadilan Negeri Siantar, BKD akan merekomendasikan ke pusat.

Jan menjelaskan 13 nama yang diduga pernah terlibat korupsi didapat dari sistem pencarian google dan informasi masyarakat.

Link Live Streaming Piala AFF 22 Timnas Indonesia Vs Kamboja, Tim Garuda Muda Harus Raih 3 Poin

Datang ke Binjai Pelantun Tembang Cinta Rasul Bantah Beraliran Syiah, Kapolres Jamin Keamanan Zikir

Pejabat Tembak Anak Kecil yang Ambil Mangga Jatuh di Jalan, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka

Friska Silaban Istri Joni Bongkar Sifat Suaminya Semasa Hidup: Orangnya Ngak Romantis tapi Perhatian

"Kalau ada laporan masyarakat memberi tahu kami tentang nama-nama PNS yg pernah korupsi, kami lebih senang," tambahnya.

Saat disinggung tentang PNS koruptor yang sudah pensiun, Jan mengatakan tetap berlaku. Setiap PNS Koruptor yang sudah pensiun akan dicabut surat keputusan (SK) pertimbangannya di BKN. Lalu, Pemko Siantar akan mencabut SK pegawai dan tidak lagi mendapatkan gaji pensiun.

Friska Silaban Istri Pria yang Tewas Dihajar Satpam Unimed Buka-bukaan, Temukan Suaminya Sekarat

Keluarga ini Hidup Bersama 150 Hewan dan Berbagi Tempat Tidur dengan Harimau Berbobot 279 Kilogram

Jandi La Surong, Kisah Romantis Warga Karo di Era 1970 akan Dirilis di Berastagi

"Pensiunan juga sudah kami sampaikan ke pengadilan. Namun, pensiunan ini butuh pertimbangan teknis. Dicabut dulu pertimbangan teknis baru bisa dicabut SK-nya. Beda sama yang aktif," katanya.

Namun, Jan belum ingin mengungkapkan 13 PNS yang sedang dicari datanya karena diduga korupsi. Jan mengakui beberapa nama seperti dr Andi Rangkuti, Jhonson Simanjuntak, Paian Siagaian, Viktor Sirait, Jhonni Siahaan dan Effendi Harahap.

Jan mengungkapkan dari 13 nama yang diselidiki datanya, ada satu yang masih aktif bekerja di Pemko Siantar.

Djarot Minta Generasi Millenial harus jadi Pelopor, Petarung dan Tahan Uji di Era Persaingan Global

Saat Ini Lebih Sulit Hentikan Kylian Mbappe daripada Lionel Messi

Nyaris Ditonjok Meski Hamil, Friska Silaban Ungkap Kekejaman Satpam Unimed yang Tewaskan Suaminya

Seperti diketahui, Pemko Siantar telah memecat 12 PNS dengan hormat dan tidak hormat. Enam PNS yang dipecat dengan tidak hormat karena terlibat korupsi yakni Fatimah Siregar, Bonatua Lubis, Editia Napitupulu, Feri Eva Susanti, Juni Ampera Girsang, dann Junat Marpaung.

Sementara yang dipecat dengan hormat karena tidak disiplin yakni Suyanto, Alfrida Kamelia Silitonga, Agustia Sihombing, Jaihot Purba, Junjungan Lumbantoruan, dan Irma Liver Siahaan.

Sebelumnya, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri dengan KPK menyatakan untuk memecat PNS yang pernah terlibat korupsi oleh pengadilan.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved