Cegah Serangan Narkoba pada Usia Dini, Gerakan Anti Narkoba (GAN) Gelar Seminar Ini

Awalnya hanya sekitar 100 orang. Ternyata yang hadir lebih dari 200 orang. Terpaksa kita pakai dua aula.

Cegah Serangan Narkoba pada Usia Dini, Gerakan Anti Narkoba (GAN) Gelar Seminar Ini
TRIBUN MEDAN/HO
Kamaluddin Lubis berdiskusi dengan peserta seminar "Mencegah Serangan Narkoba Terhadap Usia Dini", Sabtu (23/2) di aula Al-Kamal Sibolangit Centre, Jalan Medan-Berastagi Km 45,, Sibolangit, Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-20, Gerakan Anti Narkoba (GAN) Indonesia menggelar seminar bertajuk "Mencegah Serangan Narkoba Terhadap Usia Dini", Sabtu (23/2) di aula Al-Kamal Sibolangit Centre, Jalan Medan-Berastagi Km 45, Desa Suka Makmur, Sibolangit, Deliserdang.

Seminar sehari penuh ini diikuti sekitar 200-an peserta yang terdiri dari pimpinan dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang berasal dari Deliserdang, Tebing Tinggi dan Pematang Siantar.

Dewan Penyantun Al-Kamal Sibolangit Centre, HM. Kamaluddin Lubis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta yang di luar perkiraan.

"Awalnya hanya sekitar 100 orang. Ternyata yang hadir lebih dari 200 orang. Terpaksa kita pakai dua aula," ujarnya.

Melalui seminar ini, lanjut Kamaluddin, pihaknya berharap ada diskusi dengan para pimpinan dan guru PAUD, dalam upaya bersama mencegah terkontaminasinya anak-anak dari pengaruh narkoba. 

"Bapak dan ibu adalah pendidik. Tentu sangat tepat jika kita bersama-sama mencegah narkoba di kalangan anak usia dini. Marilah kita sama intropeksi dalam pemberantasan narkoba. Jangan semata-mata berharap pada aparat kepolisian. Tapi kita juga harus berperan serta," tegas Kamaluddin.

Ia mengungkapkan peran orangtua sangat membantu dalam penanggulangan narkoba. Sebab, katanya, ada keluarga yang tak mau memberi tahu anaknya terlibat narkoba, sehingga sulit untuk dilakukan rehabilitasi.

"Bahkan ada juga yang memasukkan keluarganya ke tempat rehab dengan alasan yang  aneh, seperti ingin menyingkirkan anak, ingin meringankan beban orangtua, dan lainnya. Itulah yang kami hadapi selama ini," ujar Kamaluddin.

Tragisnya, lanjut dia, untuk mengelabui petugas dan masyarakat, peredaran dan pemakaian narkoba pun dekat rumah ibadah. Demikian juga dalam tas murid sekolah dasar ada narkoba. Mereka pun berdalih permisi keluar kelas sebentar untuk memakai narkoba.

"Anak saya korban narkoba dan meninggal dunia. Saya gak mau anak-lain juga bernasib yang sama. Apalagi sekarang kurir narkoba yang justru mematahkan semangat supaya jangan rehab karena tak bisa sembuh. Ini menyesatkan. Harus kita lawan ini bersama-sama," tegas Kamaluddin.

Halaman
12
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved